alexametrics

Respons Tes Bom Hidrogen Korut, Korsel Bermanuver Rudal Balistik

loading...
Respons Tes Bom Hidrogen Korut, Korsel Bermanuver Rudal Balistik
Rudal balistik Hyunmoo-2 Korsel digunakan dalam latihan di perairan Laut Timur, 5 Juli 2017. Rudal itu digunakan lagi dalam manuver hari Minggu (3/9/2017) untuk merespons tes nuklir Korut. Foto/REUTERS
A+ A-
SEOUL - Militer Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan latihan tembak yang melibatkan pesawat-pesawat jet tempur dan rudal balistik. Manuver Soul ini sebagai respons atas uji coba senjata nuklir jenis bom hidrogen oleh Korea Utara (Korut).

Kepala Staf Gabungan Korsel, seperti dilaporkan Yonhap Senin (4/9/2017), mengatakan bahwa rudal balistik Hyunmoo-2A dan beberapa rudal jarak jauh ditembakkan dalam latihan. ”Semuanya akurat mencapai target yang ditetapkan,” bunyi pernyataan pihak Kepala Staf Gabungan tersebut.

Latihan tembak itu juga mensimulasikan serangan dengan target lokasi uji coba senjata nuklir Punggye-ri, Korut. Lokasi sasaran simulasi serangan berada di Laut Jepang.



”Militer kami telah melakukan latihan gabungan Angkatan Udara dan Angkatan Darat,” lanjut pernyataan itu. ”Ini adalah peringatan kuat setelah uji coba (senjata) nuklir keenam Korea Utara.”

”Kami melepaskan rudal balistik ground-to-ground, dan rudal air-to-air Angkatan Udara pada target Laut Timur,” imbuh pernyataan tersebut.

Militer Seoul menambahkan bahwa latihan yang dilakukan oleh pasukan Korea Selatan hanyalah demonstrasi pertama dari kekuatan mereka. Tetangga sekaligus musuh Korut itu memperingatkan Pyongyang bahwa mereka bisa mempersiapkan tindakan balasan tambahan oleh aliansi Republik Korea(Korsel)-Amerika Serikat.

Pada hari Minggu, Pyongyang mengklaim telah berhasil menguji sebuah bom hidrogen terbaru yang dapat dipasang di rudal balistik antarbenua (ICBM). Pengumuman yang disiarkan stasiun televisi negara Korut itu muncul tak lama setelah sebuah gempa buatan mengguncang sebuah situs nuklir Korut.

China dan Rusia telah mengecam keras uji coba senjata nuklir Pyongyang. Kedua negara itu mendesak Seoul dan Washington untuk menahan diri.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak