AS, Inggris, Jerman Desak Warganya Tinggalkan Lebanon setelah 30 Roket Serang Israel
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Hizbullah dan faksi-faksi Palestina yang bersekutu setiap hari saling melancarkan serangan lintas perbatasan dengan Israel setelah Hamas melancarkan serangan besar-besaran terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.
Serangan Hamas, yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa, telah menewaskan lebih dari 1.400 orang dan ratusan lainnya diculik sebagai tawanan.
Israel merespons dengan membombardir Gaza tiada henti, yang telah menewaskan 3.700 orang, sebagian besar warga sipil.
Pada hari Kamis, terjadi baku tembak lintas batas lebih lanjut, di mana sayap bersenjata Hamas mengatakan pihaknya meluncurkan salvo 30 roket dari Lebanon selatan menuju Israel utara.
Hizbullah juga mengatakan pihaknya telah menargetkan beberapa posisi Israel, dalam beberapa kasus menggunakan peluru kendali, dan tentara Israel mengatakan mereka telah membalas serangan yang masuk dari Lebanon.
MG/Maulana Muhammad Rizqi
Serangan Hamas, yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa, telah menewaskan lebih dari 1.400 orang dan ratusan lainnya diculik sebagai tawanan.
Israel merespons dengan membombardir Gaza tiada henti, yang telah menewaskan 3.700 orang, sebagian besar warga sipil.
Pada hari Kamis, terjadi baku tembak lintas batas lebih lanjut, di mana sayap bersenjata Hamas mengatakan pihaknya meluncurkan salvo 30 roket dari Lebanon selatan menuju Israel utara.
Hizbullah juga mengatakan pihaknya telah menargetkan beberapa posisi Israel, dalam beberapa kasus menggunakan peluru kendali, dan tentara Israel mengatakan mereka telah membalas serangan yang masuk dari Lebanon.
MG/Maulana Muhammad Rizqi
(mas)
Lihat Juga :