alexa snippet

Rusia Sebut Retorika Perang AS-Korut di Level Puncak

Rusia Sebut Retorika Perang AS-Korut di Level Puncak
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Foto/REUTERS
A+ A-
MOSKOW - Pemerintah Rusia mulai khawatir dengan ancaman yang diumbar oleh Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) karena berisiko tinggi. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut retorika perang kedua negara itu sudah berada di level puncak.

”Sayangnya, retorika di Washington dan Pyongyang sekarang mulai melampaui posisi puncak,” kata Lavrov. ”Kami masih berharap dan percaya bahwa akal sehat akan menang,” katanya lagi.

Baca: Trump: Solusi Militer terhadap Korut Sudah Terkunci!

Dalam forum untuk pelajar Rusia, diplomat top Moskow ini ditanya tentang seberapa besar risiko dari retorika perang yang disuarakan AS dan Korut. ”Risikonya sangat tinggi, terutama dengan mempertimbangkan retorika,” jawab Lavrov, seperti dikutip Reuters, Sabtu (12/8/2017).

”Ancaman langsung penggunaan kekuatan sudah terdengar. Pembicaraan (di Washington) adalah bahwa harus ada serangan preventif yang dilakukan di Korea Utara, sementara Pyongyang mengancam untuk melakukan serangan rudal ke pangkalan AS di Guam. (Ancaman) ini tanpa henti, dan mereka sangat mengkhawatirkan,” kata Lavrov.

”Saya tidak akan menebak apa yang terjadi 'jika'. Kami akan melakukan apapun untuk mencegah 'jika' ini,” lanjut Lavrov.

”Pendapat pribadi saya adalah ketika Anda mendekati titik pertempuran yang pecah, sisi yang lebih kuat dan pandai harus mengambil langkah pertama dari ambang bahaya,” papar Menlu Rusia ini yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Moskow.

Baca juga: Korut Sesumbar '5 Juta Bom Manusia' dan Nuklir Akan Lenyapkan AS

Dia mendorong Pyongyang dan Washington untuk menandatangani sebuah rencana gabungan yang dirancang Rusia dan China, di mana Korut akan membekukan uji rudalnya dan AS serta Korea Selatan akan memberlakukan moratorium latihan militer berskala besar.

”Jika pembekuan ganda ini akhirnya terjadi, maka kita bisa duduk dan mulai dari awal, untuk menandatangani sebuah lembaran yang akan menekankan penghormatan terhadap kedaulatan semua pihak yang terlibat, termasuk Korut,” imbuh Lavrov.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top