alexa snippet

Media Korut: Serang Rezim Kim Jong-un, AS Tamat Memalukan

Media Korut: Serang Rezim Kim Jong-un, AS Tamat Memalukan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/REUTERS
A+ A-
PYONGYANG - Media pemerintah Korea Utara (Korut) kembali mengumbar retorika perang terhadap Amerika Serikat (AS). Media itu melaporkan, serangan terhadap pemerintah Kim Jong-un akan membuat AS tamat secara memalukan.

Rodong Sinmun, surat kabar pemerintah Korut yang dikelola Komite Pusat Partai Buruh menerbitkan artikel yang meremehkan kekuatan militer Washington.

Artikel sebagai respons atas kritik Menteri Pertahanan AS Jim Mattis soal program nuklir Pyongyang dan komentar pemerintah Donald Trump yang menyebut kesabaran strategis AS habis usai Korut menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) pada 4 Juli lalu.

Dalam editorialnya, media rezim Kim Jong-un ini mengatakan bahwa AS akan betindak bodoh jika nekat menyerang Pyongyang.

”Tentara dan rakyat DPRK sepenuhnya siap untuk melawan opsi militer yang dipilih oleh AS,” bunyi editorial tersebut.

”Jika sebuah perang pecah di Korea karena tindakan AS yang tidak dapat diampuni, dinasti Amerika akan tamat memalukan,” lanjut editorial tersebut.

AS diperingatkan media itu baha agar dapat lolos dari bencana terburuk sepanjang sejarah, maka harus berperilaku baik.

Mattis sebelumnya juga memperingatkan bahwa setiap serangan nuklir oleh Korut akan memicu respons efektif dan luar biasa dari Pentagon.

Seperti diketahui, dua minggu yang lalu, Korut melakukan terobosan besar dalam uji coba rudal balistik antarbenua pertama. Uji coba itu mengejutkan para ahli dan memicu kecaman global.

Pemerintah Korut saat itu mengatakan bahwa uji coba rudal balistik antarbenua terbaru adalah ”hadiah” untuk ”bajingan Amerika” pada Hari Kemerdekaan AS.

Rodong Sinmun juga menjuluki Mattis sebagai “maniak perang”. Julukan ini sejatinya kata-kata propaganda Korut yang pernah dilaporkan kantor berita negara, KNCA.

Menurut analis politik yang berbasis di New York dan pakar Asia, Sean King, bahasa yang digunakan oleh Rodong Sinmun dalam perang kata-kata terakhirnya dengan AS tidak mengejutkan.

Rodong Sinmun mungkin tidak selalu menargetkan individu dengan nama tapi standar cantik vitriol,” katanya. Menurutnya, AS juga seharusnya tidak mengumbar retorika ancaman perang atau setidaknya mengurangi.



(mas)
loading gif
Top