alexa snippet

UEA Dituding Dalang Peretas Situs Qatar Pemantik Perang Diplomatik

UEA Dituding Dalang Peretas Situs Qatar Pemantik Perang Diplomatik
Pernyataan Kantor Komunikasi Pemerintah Qatar soal peretasan kantor berita QNA oleh hacker. Ulah hacker ini ikut andil dalam penyebab perang diplomatik Qatar dan negara-negara Arab. Foto/Twitter@QatarEmbassyUK
A+ A-
WASHINGTON - Uni Emirat Arab (UEA) dituduh sebagai dalang peretas akun media sosial situs  pemerintah dan situs berita negara Qatar yang menampilkan pernyataan palsu Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. Pernyataan palsu itu salah satu pemantik perang diplomatik antara Qatar dengan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi.

Tudingan itu muncul dalam laporan Washington Post pada hari Minggu. Laporan mengutip pejabat intelijen Amerika Serikat (AS).

Akun media sosial situs pemerintah dan situs berita Qatar diretas Mei lalu. Akun yang diretas hacker itu menampilkan komentar Sheikh Tamin yang memuji Hamas dan mengklaim Iran sebagai “kekuatan”. Komentar negatif tentang Arab Saudi juga muncul di akun yang diretas tersebut.

Sebagai tanggapan, Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain memangkas hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar pada 5 Juni 2017 atas tuduhan Doha mendukung terorisme.

Baca: Hacker Pemantik Perang Diplomatik Saudi Cs dengan Qatar

Doha menegaskan bahwa komentar-komentar di akun media sosial pemerintah dan situs berita negara Qatar (QNA) adalah palsu karena ulah hacker. Tapi, penjelasan itu ditolak mentah-mentah oleh negara-negara Teluk.

“Pejabat intelijen AS mengetahui minggu lalu tentang informasi yang baru dianalisis, yang menunjukkan bahwa pejabat tinggi pemerintah UEA membahas rencana hacking pada tanggal 23 Mei, sehari sebelum peretasan tersebut terjadi,” tulis Washington Post, yang dikutip Senin (17/7/2017).

Pejabat tersebut mengatakan tidak jelas apakah UEA melakukan peretasan sendiri atau membayar hacker. Washington Post tidak mengidentifikasi pejabat intelijen AS yang jadi sumber laporannya.

Sementara itu, Duta Besar UEA untuk AS Yousef al-Otaiba membantah laporan tersebut.

”Yang benar adalah perilaku Qatar membiayai, mendukung, dan memungkinkan ekstremis mulai dari Taliban, Hamas hingga Qadafi untuk menghasut kekerasan, mendorong radikalisasi, dan merongrong stabilitas tetangganya,” bunyi pernyataan al-Otaiba.

Departemen Luar Negeri AS yang dimintai konfirmasi oleh Reuters menolak berkomentar. Biro Investigasi Federal (FBI) sebelumnya diketahui bekerja sama dengan Qatar untuk menyelidiki peretasan tersebut.
(mas)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top