10 Fakta Mencengangkan Rusia Era Joseph Stalin, Termasuk Bikin Bom Nuklir Pertama

Rabu, 04 Oktober 2023 - 19:42 WIB
loading...
10 Fakta Mencengangkan...
Ada 10 fakta mencengangkan tentang Rusia di era Joseph Stalin, termasuk membuat bom nuklir pertama untuk negara tersebut. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Rusia bernama Uni Soviet ketika dipimpin Joseph Stalin dari 1924 hingga 1953. Banyak peristiwa penting dan perubahan besar terjadi di negara tersebut, termasuk pembuatan bom nuklir pertama Rusia.

Joseph Stalin lahir dengan nama Ioseb Besarionis dze Jughashvili pada 18 Desember 1878 dan meninggal pada 5 Maret 1953.

Dia merupakan tokoh revolusi dan politikus Uni Soviet keturunan Georgia. Dia menjadi kepala negara Uni Soviet sejak 1924 sampai akhir hayatnya pada tahun 1953.

Dia bergelar Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet sejak tahun 1922 sampai 1952. Meskipun mula-mula menjalankan pemerintahan Uni Soviet selaku kepala dari suatu rezim partai tunggal oligarkis yang memerintah dengan suara terbanyak, Stalin akhirnya menjadi diktator de facto Uni Soviet pada era 1930-an.

Baca Juga: Mirip Era Stalin, Rusia Kerahkan Pasukan Storm-Z ke Medan Perang Ukraina

10 Fakta Mencengangkan Rusia Era Joseph Stalin

1. Rusia Berganti Nama


Pada tahun 1924, Rusia berubah nama menjadi Uni Soviet atau Union of Soviet Socialist Republics (USSR).

Sebelumnya, negara ini dikenal sebagai Russian Soviet Federative Socialist Republic (Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia).

2. Pembunuhan Massal


Di bawah pemerintahan Stalin, terjadi pembunuhan massal yang dikenal sebagai "Pembersihan Besar-Besaran" atau "Terror Merah".

Jutaan orang dianggap sebagai musuh negara atau pengkhianat dan dieksekusi atau dihukum kerja paksa.

3. Kelaparan Ukraina


Tragedi Kelaparan Holodomor terjadi di Ukraina antara tahun 1932 dan 1933, di mana jutaan orang Ukraina meninggal karena kelaparan yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah Soviet.

4. Industrialisasi


Stalin memulai program industrialisasi yang ambisius pada tahun 1920-an dan 1930-an, yang mengubah ekonomi Rusia dari pertanian menjadi industri.

Ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyebabkan penderitaan besar bagi banyak orang.

5. Kultus Individualitas


Stalin membangun kultus individualitas di sekitar dirinya, di mana dia digambarkan sebagai pemimpin yang hebat dan tak tergantikan.

Gambar dan patung Stalin tersebar luas di seluruh negeri.

6. Represi Politik


Stalin menindas oposisi politik dan melakukan penghukuman terhadap mereka yang dianggap sebagai ancaman terhadap rezimnya.

Banyak tokoh politik dan militer terkenal, serta anggota Partai Komunis, menjadi korban.

7. Perang Dunia II

Rusia berperan besar dalam Perang Dunia II melawan Nazi Jerman sebagai bagian dari Sekutu.

Pertempuran Stalingrad, salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah, adalah salah satu titik balik dalam perang.

8. Pembuatan Bom Nuklir


Uni Soviet di bawah Stalin mengembangkan senjata nuklir pertamanya pada tahun 1949, memicu perlombaan senjata nuklir dengan Amerika Serikat dan memulai Perang Dingin.

9. Perubahan Perbatasan


Selama era Stalin, perbatasan Uni Soviet berubah melalui aneksasi wilayah-wilayah baru seperti wilayah-wilayah Baltik dan bagian dari Eropa Timur.

Ini juga mencakup pendudukan wilayah-wilayah yang sebelumnya merupakan bagian dari Kekaisaran Rusia.

10. Kematian Stalin


Joseph Stalin meninggal pada tanggal 5 Maret 1953.

Setelah kematiannya, Uni Soviet mengalami periode "Destalinisasi" di bawah pimpinan Nikita Khrushchev, yang mencoba menghilangkan sebagian besar aspek kultus individualitas Stalin dan mengkritik tindakan represifnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Berita Terkini
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved