Amati Hilal, China Hukum 100 Warga Uighur

Minggu, 18 Juni 2017 - 15:49 WIB
Amati Hilal, China Hukum...
Amati Hilal, China Hukum 100 Warga Uighur
A A A
BEIJING - Pihak berwenang China dilaporkan telah menghukum setidaknya 100 Muslim Uighur karena mengamati hilal bulan Ramadan, bulan suci umat Islam. Negara komunis ini telah lama melarang praktik dan aktivitas keagamaan.

Kongres Uighur Dunia, yang mewakili sebagian besar masyarakat etnis Uighur yang tinggal di pengasingan, mengklaim bahwa beberapa orang didenda dengan jumlah yang lumayan. Sementara yang lain dikirim ke "kelas pendidikan kembali" untuk "mencuci otak" mereka agar tidak mengikuti ritual keagamaan seperti dikutip dari IB Times, Minggu (18/6/2017).

"Mereka yang dihukum termasuk petani miskin dan pegawai negeri atau pejabat pemerintah di wilayah Kashgar dan Hotan, kata juru bicara Kongres Uighur Dunia Dilxat Raxit.

Ia menambahkan bahwa mereka yang didenda dipaksa membayar sekitar 500 yuan China, yang merupakan jumlah yang sangat besar bagi masyarakat etnis miskin yang tinggal di provinsi ini.

Raxit juga mengatakan bahwa pejabat pemerintah yang tergabung dalam komunitas minoritas menghadapi tekanan ekstrim selama bulan Ramadan karena mereka dipaksa untuk berbuka puasa dan dihukum berat karena menentang larangan negara.

"Pihak berwenang akan mengirim orang untuk mengajak Muslim Uighur keluar makan siang, misalnya. Di pedesaan, para pejabat pergi ke ladang dan makan dan bekerja di samping orang-orang di sana. Ini pada dasarnya adalah sebuah kampanye politik melawan praktik keagamaan," tutur Raxit.

"Mereka (pemerintah) telah membentuk tim pemeliharaan stabilitas khusus yang terdiri dari polisi, agen keamanan warga dan pejabat tingkat desa, serta spesialis perawatan stabilitas yang dikirim dari Urumqi," ungkapnya.

Tingkat pembatasan yang sama juga terjadi di Urumqi, seorang penduduk mengatakan. "Pekerjaan pemeliharaan stabilitas yang sama sedang terjadi, baik di kota maupun di pedesaan. Tapi ada perbedaan antara lingkungan sekitar, dan beberapa lingkungan yang telah meningkatkan keamanan, dengan pemeriksaan identitas terhadap siapa pun yang masuk atau keluar," kata pria tersebut.

Dia menambahkan: "Saya pikir pihak berwenang khawatir tentang orang-orang yang berkumpul bersama, mungkin para ekstremis berkumpul di lingkungan tersebut, mereka takut akan kejadian ini."

Dipercaya bahwa pihak berwenang Beijing telah menempatkan pembatasan ketat terhadap mereka yang mengikuti ritual Islam untuk mencegah kegiatan ekstremis. Pemerintah dilaporkan khawatir penyebaran kelompok jihad ke negara tersebut dari tetangga yang dipenuhi terorisme seperti Afghanistan dan Pakistan, di mana kelompok militan seperti al-Qaeda dan Taliban sangat aktif.

China baru-baru ini melarang keluarga Muslim untuk memberikan nama tradisional kepada anak-anak mereka. Pemerintah juga dilaporkan memaksa pemilik toko Muslim untuk menjual minuman keras dan rokok yang dilarang Islam.

Selama bulan Ramadhan, negara tersebut memaksa restoran untuk tetap buka sepanjang hari tidak seperti di kebanyakan negara Muslim dimana restoran tetap tutup selama jam buka puasa.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
38 menit yang lalu
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
1 jam yang lalu
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
2 jam yang lalu
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
3 jam yang lalu
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
4 jam yang lalu
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved