alexa snippet

Dokter Pakistan Pembocor 'Sarang' Osama bin Laden akan Bebas dari Penjara

Dokter Pakistan Pembocor Sarang Osama bin Laden akan Bebas dari Penjara
Dokter Shakil Afridi yang membocorkan lokasi persembunyian Osama bin Laden akan dibebaskan dari penjara Pakistan 24 Mei 2017. Foto/Fox News
A+ A-
ISLAMABAD - Dokter Pakistan yang membantu CIA menunjukkan lokasi persembunyian Osama bin Laden akan dibebaskan dari penjara pada 24 Mei 2017. Pembebasan dokter Shakil Afridi diduga kuat berkat intervensi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Afridi dihukum enam tahun penjara atas tuduhan kesalahan vaksinasi. Namun, tuduhan itu dianggap para politisi Barat sebagai rekayasa untuk balas dendam karena dia membocorkan “sarang” persembunyian pendiri al-Qaeda tersebut.

Dokter ini menjadi petunjuk agen CIA dan para personel SEAL Team 6 yang menggerebek dan membunuh Osama bin Laden di sebuah kompleks bangunan di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei 2011.

Dugaan intervensi Trump dalam pembebasan Afridi muncul setelah Presiden Trump bertemu dengan Perdana Menteri Nawaz Sharif. Dokter itu akan dihadirkan di pengadilan dan dibebaskan pada 24 Mei mendatang.

”Jelas bahwa perundingan telah dimulai antara pejabat Pakistan dan AS untuk membebaskan dokter Afridi dan kami mengharapkan kabar baik pada sidang 24 Mei,” kata Qamar Nadim, pengacara Afridi, yang dilansir Fox News, Sabtu (20/5/2017).

Selama kampanye pemilihan presiden, Trump berjanji akan membebaskan Afridi dalam “dua menit” jika terpilih sebagai presiden. Caranya, seperti diungkap Trump sebelumnya adalah dengan menggunakan ancaman untuk mencabut bantuan luar negeri untuk Pakistan.

Kementerian Dalam Negeri Pakistan saat itu meremehkan janji Trump tersebut. “Pakistan bukanlah koloni Amerika Serikat,” kata kementerian tersebut pada saat itu.

Pada pekan ini, seorang pejabat senior di Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada Fox News bahwa pemerintah Trump telah berupaya dan akan terus mendesak Pakistan untuk membebaskan Afridi.

”Kami yakin dokter Afridi telah dipenjara secara tidak adil dan jelas posisi kami terhadap Pakistan jelas soal kasus  Afridi, termasuk di depan umum,” kata pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim tersebut. ”Kami terus mengangkat isu ini di tingkat tertinggi selama diskusi dengan pimpinan Pakistan.”



(mas)
loading gif
Top