alexametrics

Assad Tuding Washington di Balik Konflik Suriah dan Venezuela

loading...
Assad Tuding Washington di Balik Konflik Suriah dan Venezuela
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menuding AS dibalik konflik di negaranya dan krisis di Venezuela. Foto/Istimewa
A+ A-
DAMASKUS - Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan bahwa perkembangan kejadian di Venezuela menyerupai awal konflik berkepanjangan di negaranya. Ia pun memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) berada di balik kedua krisis tersebut.

"Tentu saja, mereka harus serupa, karena pihak yang merencanakan dan melaksanakan tindakan ini adalah sama. Amerika Serikat adalah maestro dan negara-negara Barat merupakan paduan suaranya," kata Assad dalam sebuah wawancara dengan televisi Venezuela Telesur.

"Skenario yang sama akan diulang di Venezuela, karena itulah orang-orang Venezuela harus sangat berhati-hati. Ada perbedaan antara menentang pemerintah dan menentang tanah air, perbedaan besar," kata Assad menekankan seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (28/4/2017).



Perang bersaudara di Suriah telah berjalan selama 6 tahun dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Konflik ini pun berkembang menjadi konflik multi grup dan multi nasional. Pasukan pemerintah Suriah tidak lagi berhadapan dengan kelompok pejuang tetapi juga sejumlah kelompok teroris macam ISIS dan al-Qaeda. Sejumlah negara juga ikut turut campur dalam konflik ini macam AS dan sekutunya serta Rusia dan Iran.

Sementara di Venezuela aksi demonstrasi anti presiden Nicolas Maduro terus berlangsung dalam sebulan terakhir. Demonstrasi ini bahkan telah menimbulkan korban jiwa. Pemicunya adalah krisis ekonomi berkepanjangan akibat jatuhnya harga minyak dunia. Masyarakat Venezuela tidak puas dengan pemerintahan Maduro dalam menangani permasalahan tersebut. Pemerintah Maduro menuding ada campur tangan AS dalam krisis yang terjadi di negara kaya akan minyak itu. Namun sejumlah pengamat ekonomi menilai krisis yang terjadi akibat ekonomi sosialis yang diterapkan oleh Venezuela.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak