alexa snippet

Negosiasi Pembelian S-400 Rusia oleh Turki Sudah di Tahap Akhir

Negosiasi Pembelian S-400 Rusia oleh Turki Sudah di Tahap Akhir
Sistem anti-rudal mutakhir S-400 Rusia yang akan dibeli Turki. Foto / Ministry of Defence of the Russian Federation
A+ A-
ANKARA - Perundingan Turki dengan Rusia untuk pembelian sistem rudal pertahanan udara canggih S-400 telah mencapai tahap akhir. Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik dalam konferensi pers, hari Jumat.

Turki semakin mantap untuk membeli sistem anti-rudal S-400 Rusia setelah negara-negara sekutu dari NATO tidak menawarkan sistem senjata yang layak sebagai alternatif.

”Jelas Turki membutuhkan sistem rudal pertahanan, namun negara-negara anggota NATO belum memberikan penawaran yang efektif secara finansial,” ujar Isik.

”Pembicaraan soal S-400 sudah mencapai tahap akhir,” lanjut dia. ”Tapi, tahap akhir ini tidak berarti 'mari kita menandatangani kesepakatan besok pagi’,” imbuh Menhan Turki itu, seperti dilansir Russia Today, Sabtu (22/4/2017).

Negosiasi Turki dan Rusia untuk pembelian sistem anti-rudal S-400 terungkap sejak bulan November tahun lalu. Turki mulai melirik tameng rudal mutakhir Moskow itu setelah pada tahun 2015 Ankara membatalkan kontrak pembelian sistem anti-rudal FD-2000 China senilai USD3,4 miliar.

Turki membatalkan kontrak karena Beijing enggan mentransfer teknologi beserta peralatannya.

Langkah Turki yang memilih senjata canggih Rusia itu telah memicu kekhawatiran di antara anggota NATO lainnya. Sebab, senjata itu tidak sesuai dengan peralatan yang digunakan oleh NATO.

Isik mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa Turki tidak berencana untuk mengintegrasikan sistem S-400 Rusia ke dalam pertahanan udara NATO. Turki sejatinya berupaya mendapatkan sistem pertahanan udara nasional yang komprehensif, namun tidak memiliki keahlian teknis untuk memproduksi komponennya di dalam negeri.

Pada tahun 2015, Ankara marah dengan keputusan Amerika Serikat yang menarik sistem rudal Patriot dari perbatasan Turki dengan Suriah. Langkah AS itu diduga sebagai reaksi Washington atas serangan Turki terhadap Kurdi, sekutu Amerika di Irak dan Suriah.

S-400 yang dilirik Turki merupakan salah satu sistem senjata paling canggih di Rusia. Sistem rudal ini diklaim mampu menembak jatuh pesawat pada jarak 400km dan menembak jatuh rudal balistik pada jarak 60km.

Bahkan senjata canggih ini diklaim mampu menembak 36 target secara bersamaan. S-400 Rusia salah satunya diaktifkan di Suriah untuk melindungi pangkalan udara Rusia di dekat Latakia.



(mas)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top