alexa snippet

Rusia: Pengerahan Anti-Rudal AS Tak Sebanding Ancaman Korut

Rusia: Pengerahan Anti-Rudal AS Tak Sebanding Ancaman Korut
Sistem rudal pertahanan THAAD AS tiba di Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, Seoul, pada Selasa (7/3/2017). Foto / REUTERS / USFK
A+ A-
MOSKOW - Keputusan Korea Selatan untuk menyebarkan sistem antirudal THAAD dari Amerika Serikat tidak sebanding dengan ancaman Korea Utara (Korut). Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, Senin (20/3/2017).

Dalih ancaman rudal balistik dan senjata nuklir Korut selama ini dijadikan pembenaran oleh oleh Seoul dan Washington untuk mengerahkan sistem antirudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) tersebut.

”Kami telah menarik perhatian pada risiko serius yang ditimbulkan oleh penyebaran sistem rudal AS yang antibalistik di Asia-Pasifik,” kata Lavrov setelah bertemu Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida di Moskow.

Kedua menteri itu bertemu bersama para pejabat Menteri Pertahanan kedua negara Sergey Shoigu dan Tomomi Inada.

”Kami telah menyuarakan penilaian kami, yang menurut kami, jika seseorang ingin menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh DPRK, penciptaan sistem ABM (antirudal balistik) tersebut serta senjata yang memompa ke wilayah ini adalah respons yang jauh dari proporsional,” kata Lavrov.

Dia menambahkan bahwa Moskow dan Tokyo mengutuk pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB oleh Pyongyang. Resolusi itu memerintahkan pembatasan rudal dan pengekangan pengembangan nuklir.

Rusia percaya bahwa sanksi internasional yang dikenakan terhadap Korut karena menentang Dewan Keamanan PBB tidak harus dianggap sebagai alat hukuman. “Melainkan stimulus untuk mengarahkan situasi kembali ke trek politik dan negosiasi,” ujarnya, seperti dikutip Russia Today.

Korea Selatan memutuskan untuk menggunakan sistem THAAD yang akan beroperasi penuh pada bulan Agustus mendatang. Tujuannya, untuk melindungi wilayahnya dari kemungkinan serangan rudal Korut.

Selain Rusia, China juga menentang pengerahan sistem THAAD karena dianggap menganggu keamanan kawasan. Beijing merespons dengan “membekukan” sektor pariwisata Korea dan ekspor Korea ke China.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top