alexa snippet

Pasukan Kongo Incar Warga Sipil, Tolak Akses Pasukan Perdamaian

Pasukan Kongo Incar Warga Sipil, Tolak Akses Pasukan Perdamaian
Tentara Kongo disebut sengaja mengincar warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, dalam konflik di Kananga. Foto/Istimewa
A+ A-
KINSHASA - Misi PBB mengatakan pasukan pemerintah telah menargetkan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, yang mengakibatkan tingginya angka kematian. Kongo juga membatasi akses penjaga perdamaian PBB ke daerah.

Misi PBB di Kongo, MONUSCO, mengatakan telah menerima laporan yang dapat dipercaya atas tingginya jumlah kematian di Kananga, ibukota provinsi Kasai Cantral. MONUSCO juga mengatakan pasukan keamanan telah membatasi kebebasan misi dalam bergerak.

"Saya menyerukan penghentian segera kekerasan di Kananga dan wilayah Kasai, serta mengecam penggunaan kekuatan yang tidak proporsional," kata kepala MONUSCO Maman Sidikou dalam pernyataan itu.

"Saya lebih lanjut menyerukan investigasi oleh pihak yang berwenang dalam peristiwa di Kananga dalam beberapa hari terakhir, dan bahwa mereka yang bertanggung jawab harus ditemukan atas pelanggaran hak asasi manusia dan harus bertanggung jawab penuh," tambah Sidikou seperti dikutip dari Reuters, Minggu (19/3/2017).

Pernyataan itu juga mengkritik milisi Kamuina Nsapu karena menyerang lembaga dan simbol negara.

Dalam sebuah wawancara pada hari Jumat, juru bicara pemerintah Lambert Mende membantah bahwa tentara menggunakan kekuatan yang berlebihan. Ia juga mengatakan pemerintah setempat dapat memblokir akses untuk mengekspresikan rasa frustrasi atas apa yang pemerintah katakan sebagai sikap merendahkan misi PBB.

PBB telah berulang kali menuduh pasukan pemerintah menggunakan kekuatan yang tidak proporsional dalam bentrokan dengan militan bersenjata Kamuina Nsapu. Video bulan lalu, yang beredar di media sosial, muncul untuk menunjukkan tentara mengeksekusi yang diduga anggota milisi dari jarak dekat.

Pemerintah Kongo telah menangkap para pelaku yang berjumlah tujuh orang. Jaksa militer, Mayor Jenderal Joseph Ponde, mengatakan tujuh orang tersebut didakwa dengan kejahatan perang berupa pembunuhan, mutilasi dan hukuman yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan.

Ponde menambahkan bahwa penyidik
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top