alexa snippet

Capres Macron: Penjajahan Biadab dan Prancis Harus Minta Maaf

Capres Macron: Penjajahan Biadab dan Prancis Harus Minta Maaf
Calon presiden Prancis Emmanuel Macron, 39, menyebut penjajahan sebagai kejahatan yang biadab dan negaranya harus minta maaf. Foto / REUTERS / Philippe Wojazer
A+ A-
PARIS - Calon presiden (capres) Prancis Emmanuel Macron, 39, telah dipaksa untuk membela diri setelah mengkritik masa colonial atau penjajahan yang dijalani negaranya. Dalam sebuah wawancara, Macron menyebut penjajahan adalah biadab dan negara harus minta maaf.

Komentar Macron itu muncul selama wawancara dengan stasiun televisi Aljazair. Negara Aljazair merupakan salah satu negara Afrika yang pernah dijajah Prancis di masa lalu.

”Kolonisasi adalah kejahatan. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Ini benar-benar biadab dan itu bagian dari masa lalu yang kita butuhkan untuk menghadapinya dengan meminta maaf kepada orang-orang, di mana kita melakukan tindakan ini,” kata Macron.

"Pada saat yang sama, kita tidak harus menyapu terakhir yang ini di bawah karpet. Ada sebuah ungkapan yang pas yang dikatakan tentang Aljazair: ‘Prancis mendirikan hak asasi manusia di Aljazair. Ini hanya lupa untuk mematuhinya’,” sindir capres Macron, seperti dikutip dari France24, Jumat (17/2/2017).

Capres Prancis lainnya, Marine Le Pen yang unggul sementara dalam jajak pendapat mengkritik Macron dalam pidato sambutannya. Menurutnya, komentar rivalnya itu sama saja dengan pengkhianatan.

”Apakah ada sesuatu yang lebih serius ketika Anda ingin menjadi Presiden Republik (Prancis) daripada pergi ke luar negeri untuk menuduh negara Anda ingin memimpin kejahatan terhadap kemanusiaan?," tanyanya retoris dalam sebuah tanya jawab dengan pendukungnya yang diunggah di Facebook.

Menurut Le Pen, apa yang disampaikan Macron adalah penghinaan untuk Prancis.



(mas)
loading gif
Top