Saudi: Kondisi Kesehatan Jamaah Haji Baik, Tak Ada Tanda Infeksi Covid-19
Kamis, 30 Juli 2020 - 08:04 WIB
loading...
Otoritas kesehatan Arab Saudi mengatakan sejuah ini kondisi kesehatan para jamaah baik baik dan tidak ada tanda-tanda infeksi Covid-19 diantara para jamaah. Foto/REUTERS
A
A
A
MAKKAH - Otoritas Arab Saudi dilaporkan terus memeriksa kesehatan para jamaah haji , untuk memastikan mereka dalam kondisi baik. Berdasarkan pemeriksaan pasca pelaksanaan haji hari pertama, otoritas Saudi mengatakan bahwa kondisi kesehatan para jamaah baik.
"Kesehatan jemaah haji meyakinkan dan sejauh ini tidak ada kasus Covid-19 terdeteksi di antara mereka," kata Kementerian Kesehatan Saudi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (30/7/2020).
( Baca juga: Lakukan Tawaf, Jamaah Haji Praktikkan Jaga Jarak Sosial )
Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Mohammed al-Abdulaali kemudian mengatakan, pemerintah Saudi telah menyediakan semua layanan kesehatan yang diperlukan di Situs Suci.
Ini meliputi enam rumah sakit, 51 klinik, 200 ambulan, 62 tim lapangan, rumah sakit lapangan, klinik keliling, enam ambulans setup dengan peralatan canggih dan tiga klinik di kediaman para peziarah.
( Baca juga: Puncak Haji, Pagi Ini Jamaah Mulai Bergerak Menuju Arafah )
Dalam pelaksaan haji tahun ini, para jamaah dibagi dalam beberapa kelompok, di mana setiap kelompoknya berisi 50 orang. Dalam setiap kelompok ditugaskan seorang pengawas untuk menemani mereka sepanjang perjalanan ritual haji dan memastikan kesejahteraan mereka, dan memberikan bantuan medis segera yang diperlukan.
Para jamaah sendiri diwajibkan memakai masker dan menerapkan social distancing selama menjalankan ritual haji yang berlangsung sekitar lima hari di kota suci Mekah dan sekitarnya. Jamaah menjalani pemeriksaan suhu secara rutin dan ditempatkan di karantina saat mulai menuju mekah pada akhir pekan lalu.
( Baca juga: Sangat Beruntung, 13 WNI Ikut Menunaikan Ibadah Haji 2020 )
"Kesehatan jemaah haji meyakinkan dan sejauh ini tidak ada kasus Covid-19 terdeteksi di antara mereka," kata Kementerian Kesehatan Saudi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (30/7/2020).
( Baca juga: Lakukan Tawaf, Jamaah Haji Praktikkan Jaga Jarak Sosial )
Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Mohammed al-Abdulaali kemudian mengatakan, pemerintah Saudi telah menyediakan semua layanan kesehatan yang diperlukan di Situs Suci.
Ini meliputi enam rumah sakit, 51 klinik, 200 ambulan, 62 tim lapangan, rumah sakit lapangan, klinik keliling, enam ambulans setup dengan peralatan canggih dan tiga klinik di kediaman para peziarah.
( Baca juga: Puncak Haji, Pagi Ini Jamaah Mulai Bergerak Menuju Arafah )
Dalam pelaksaan haji tahun ini, para jamaah dibagi dalam beberapa kelompok, di mana setiap kelompoknya berisi 50 orang. Dalam setiap kelompok ditugaskan seorang pengawas untuk menemani mereka sepanjang perjalanan ritual haji dan memastikan kesejahteraan mereka, dan memberikan bantuan medis segera yang diperlukan.
Para jamaah sendiri diwajibkan memakai masker dan menerapkan social distancing selama menjalankan ritual haji yang berlangsung sekitar lima hari di kota suci Mekah dan sekitarnya. Jamaah menjalani pemeriksaan suhu secara rutin dan ditempatkan di karantina saat mulai menuju mekah pada akhir pekan lalu.
( Baca juga: Sangat Beruntung, 13 WNI Ikut Menunaikan Ibadah Haji 2020 )
(esn)
Lihat Juga :