alexametrics

Bentrok di Penjara Brasil, 26 Orang Tewas

loading...
Bentrok di Penjara Brasil, 26 Orang Tewas
Kerusuhan di penjara Alcacuz, Rio Grande do Norte, Brasil. FOTO/The Guardian
A+ A-
NATAL - Pembantaian brutal di penjara Alcacuz, Rio Grande do Norte, Brasil, menewaskan 26 narapidana. Sebagian besar korban dipenggal kepalanya. Aksi kejam itu terjadi pada Sabtu (14/1) malam di penjara Alcacuz yang kelebihan penghuni.

Kekerasan serupa terjadi di beberapa penjara lain di Brasil hingga menewaskan sekitar 100 narapidana pada awal Januari. “Sebanyak 26 orang yang tewas telah diverifikasi,” ungkap Kepala Keamanan Publik Rio Grande do Norte, Caio Bezerra, dikutip kantor berita AFP. Setelah mengumpulkan jasad dan beberapa bagian tubuh, otoritas memperkirakan, sekitar 30 tahanan tewas.

Aparat keamanan dikerahkan ke penjara itu saat fajar dan memulihkan kondisi setelah 14 jam kekerasan. Pejabat mengatakan, anggota dua geng narkoba bentrok setelah keluar dari dua bagian penjara yang berbeda. Seorang anggota keluarga narapidana menjelaskan, otoritas tidak melakukan apa pun yang bisa dilakukan meski dia telah memperingatkan kepala penjara tersebut.



“Direktur penjara itu bahkan menyatakan tidak dapat melakukan apapun, saat dia diingatkan bahwa kerusuhan segera terjadi. Saya katakan pada direktur, mereka akan masuk dan membunuh siapa pun di Pavilion 4. Jadi, mengapa mereka tidak melakukan apa pun,” tutur Adriana Feliz, adik narapidana di penjara itu.

Presiden Brasil Michel Temer menyatakan di Twitter bahwa pemerintah federal siap menyediakan semua bantuan yang diperlukan. Secara terpisah, pejabat di negara bagian Parana menjelaskan, sebanyak 28 narapidana melarikan diri dari penjara di Kota Curitiba setelah para tahanan meledakkan dinding dan membakar kompleks penjara.

Di Alcacuz, aparat keamanan mengepung penjara tapi menunggu hingga Minggu (15/1) pagi untuk menuju lokasi kerusuhan menggunakan kendaraan lapis baja. Para narapidana memutus aliran listrik dan diduga menggunakan senjata api. Penjara yang terletak di luar ibu kota Natal itu dibangun untuk maksimal 620 narapidana tapi sekarang menampung 1.083 tahanan.

Kerusuhan terbaru itu diduga bentrok antara geng narkoba terbesar di Brasil yakni First Capital Command (PCC) dan Red Command. Para pakar menjelaskan, kekerasan itu bagian dari perang antara geng-geng narkoba yang memperebutkan kontrol di salah satu pasar kokain dan jalur perdagangan narkoba paling penting di dunia.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak