alexa snippet

Trump Bersedia Cabut Sanksi AS terhadap Rusia dengan Syarat

Trump Bersedia Cabut Sanksi AS terhadap Rusia dengan Syarat
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyapa pendukungnya di Trump Tower, New York, Jumat (13/1/2017). Foto/REUTERS/Mike Segar
A+ A-
NEW YORK - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku membuka kesempatan untuk mencabut sanksi terhadap Rusia dengan syarat tertentu. Hal yang sama juga berlaku soal kebijakan “One China” yang sudah dijalani para pendahulunya.

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada hari Jumat, Trump mengatakan bahwa dia akan mempertahankan sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Obama terhadap Rusia baru-baru ini. ”Setidaknya untuk jangka waktu tertentu,” katanya.

Ketika ditanya tentang kebijakan ”One China”, Trump berujar, ”semuanya dalam proses negosiasi”. Kebijakan “One China” adalah kebijakan di mana AS mengakui kedaulatan China terhadap wilayah-wilayah yang dianggap Beijing telah membangkang, seperti Taiwan. Trump yang sedang berseteru dengan China pernah mengancam akan mengakhiri kebijakan “One China”.

Trump melanjutkan, bagaimanapun dia akan mempertimbangkan untuk mencabut sanksi AS terhadap Rusia. Syaratnya, Rusia harus membantu memerangi terorisme.

”Jika Anda bergaul dan jika Rusia benar-benar membantu kami, mengapa ada orang yang mendapatkan sanksi jika seseorang itu melakukan beberapa hal yang sangat besar?,” ujar Trump, yang dikutip Sabtu (14/1/2017).

Presiden terpilih AS mengaku siap untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. ”Saya mengerti bahwa mereka ingin bertemu, dan itu benar-benar baik-baik saja dengan saya,” kata Trump.

”Semuanya dalam proses negosiasi, termasuk (kebijakan) ‘One China’,” imbuh Trump.

Perseteruan Trump dengan China mulai memanas setelah pengganti Obama itu kontak telepon dengan pemimpin Taiwan, Tsai Ing-wen, yang mengucapkan selamat kepadanya atas kemenangan pemilu.
(mas)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top