alexa snippet

"Kedubes AS Pindah Yerusalem, Serangan terhadap Muslim Sedunia"

Kedubes AS Pindah Yerusalem, Serangan terhadap Muslim Sedunia
Kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Palestina mengutuk janji Presiden terpilih Amerika Serikat Donal Trump untuk pindahkan Kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Foto/Andrew Shiva/Wikipedia
A+ A-
YERUSALEM - Grand Mufti Yerusalem Muhammad Hussein mengutuk rencana pemindahan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Rencana itu dijanjikan Presiden terpilih AS Donald Trump saat kampanye.

Jika Kedubes AS nekat dipndahkan, kata Hussein, itu akan menjadi “serangan terhadap umat Muslim di seluruh dunia”.

”Janji untuk memindahkan kedutaan bukan hanya serangan terhadap warga Palestina, tetapi serangan terhadap warga Arab dan Muslim, yang tidak akan tinggal diam,” kata Hussein selama khotbah di masjid Al-Aqsa, di Kota Yerusalem.

”Pemindahan kedutaan melanggar piagam dan norma-norma internasional yang mengakui Yerusalem sebagai kota yang diduduki (Israel)," kata Hussein, seperti dikutip Times of Israel, semalam (13/1/2017).

Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka di masa depan. Sedangkan Israel menyatakan seluruh kota Yerusalem sebagai ibukotanya.

Pada Selasa lalu, para pemimpin Palestina telah menyerukan warga Muslim untuk salat Jumat di masjid Al-Aqsa untuk memprotes janji kampenye Trump.

Sementara itu, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas telah meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menghentikan AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Upaya Abbas itu diungkap seorang pejabat senior Palestina, Saeb Erekat.

Erekat mengatakan, dia telah meneruskan pesan dari Abbas untuk Putin selama kunjungan ke Moskow, di mana dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

”Surat (Abbas) itu meminta Presiden Putin untuk melakukan apa yang dia bisa lakukan soal informasi yang kita miliki bahwa Presiden terpilih Donald Trump akan memindahkan kedutaan (AS) ke Yerusalem, yang bagi kami adalah garis merah dan berbahaya,” kata Erekat.

Erekat telah memperingatkan bahwa langkah Trump itu bisa menyiratkan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hal itu, ujarnya, bisa mengobarkan ketegangan di Timur Tengah dan mengacaukan upaya perdamaian yang sedang dirintis.

Erekat melanjutkan, PLO akan mencabut pengakuannya atas negara Israel jika Trump nekat memindahkan kedutaan AS.
(mas)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top