alexa snippet

Media Sebut Pemerintah Jepang Tengah Siapkan Suksesi Kaisar

Media Sebut Pemerintah Jepang Tengah Siapkan Suksesi Kaisar
Kaisar Jepang Akihito. Foto/Istimewa
A+ A-
TOKYO - Pemerintah Jepang berencana membuat langkah hukum yang akan memungkinkan Kaisar Akihito untuk turun tahta dan anaknya naik tahta dalam dua tahun ke depan. Demikian laporan media Jepang mengenai potensi turun tahta pertama dalam dua abad.

Kaisar Jepang Akihito (89) pada bulan Agustus mengisyaratkan bahwa ia ingin melepaskan gelar Kaisar. Saat itu ia mengatakan khawatir dengan usainya yang mungkin membuatnya sulit untuk melaksanakan tugas-tugasnya secara penuh.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/1/2017), turun tahta tidak dimungkinkan di bawah hukum Jepang saat ini. Namun, laporan media mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang memungkinkan Akihito untuk turun tahta dan Putra Mahkota Naruhito naik tahta pada 1 Januari 2019. Suksesi itu sendiri akan berlangsung pada 31 Desember 2018 atau 1 Januari, kata sejumlah laporan.

Laporan itu mengatakan sebuah panel ahli tengah membahas masalah ini sejak akhir tahun lalu, dengan harapan memberikan rekomendasi pada akhir tahun ini. Pemerintah bisa mengajukan undang-undang khusus turun tahta kepada parlemen pada awal musim semi ini.

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan ia tidak menyadari situasi tersebut. "Para ahli mengutamakan meringankan beban Kaisar dalam diskusi mereka dan hal-hal yang masih pada tahap di mana tidak ada arah telah muncul," katanya dalam konferensi pers.

Akihito telah menjalani operasi jantung dan telah dirawat karena kanker prostat. Ia naik takhta setelah kematian ayahnya, Hirohito, pada 1989 yang berjuang mengembalikan nama Jepang setelah Perang Dunia II dan telah bekerja untuk menyembuhkan luka dari konflik tersebut.



(ian)
loading gif
Top