alexa snippet

CNN: Hacker Rusia "Berkompromi" dengan Trump

CNN: Hacker Rusia Berkompromi dengan Trump
Hacker Rusia disebut berkompromi dengan Presiden AS terpilih Donald Trump. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Sebuah dokumen rahasia disajikan pekan lalu kepada Presiden Barack Obama dan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump. Dokumen itu termasuk tuduhan Rusia berkompromi soal informasi pribadi dan keuangan Trump, seperti dilaporkan oleh CNN mengutip pernyataan beberapa pejabat AS yang mengetahui langsung soal briefing.

Tuduhan itu disajikan dalam sinopsis dua halaman yang ditambahkan ke laporan gangguan Rusia di pemilu 2016. Dua halaman sinopsis tambahan itu termasuk tuduhan bahwa ada pertukaran informasi selama kampanye antara perwakilan Trump dengan perantara pemerintah Rusia, menurut dua pejabat keamanan nasional seperti dikutip CNN, Rabu (11/1/2017).

Sumber mengatakan kepada CNN bahwa tuduhan yang sama tentang komunikasi antara tim kampanye Trump dan Rusia juga disebutkan dalam briefing rahasia dengan para pemimpin Kongres tahun lalu. Saat itu, Pemimpin Senat Demokrat Harry Reid mengirim surat kepada Direktur FBI James Comey pada bulan Oktober. "Hal ini telah menjadi jelas bahwa Anda memiliki informasi tentang hubungan dekat dan koordinasi antara Donald Trump, penasehatnya, dan pemerintah Rusia, sebuah kepentingan asing yang secara terbuka memusuhi AS," tulis Reid saat itu.

Briefing yang dirahasiakan minggu lalu itu dihadiri oleh empat senior kepala intelijen AS. Mereka adalah Direktur Intelijen Nasional James Clapper, Direktur FBI James Comey, Direktur CIA John Brennan, dan Direktur NSA Mike Rogers.

Salah satu alasan kepala intelijen negara mengambil langkah luar biasa ini adalah untuk membuat presiden terpilih sadar bahwa tuduhan tersebut melibatkan dirinya beredar di kalangan lembaga intelijen, anggota senior Kongres, dan pejabat pemerintah lainnya di Washington.

CNN telah mengkonfirmasi bahwa sinopsis itu termasuk dalam dokumen yang diserahkan kepada Trump. Tetapi tidak dapat mengkonfirmasi apakah itu dibahas dalam pertemuannya dengan kepala intelijen. Tim transisi Trump sendiri menolak permintaan untuk berkomentar.



(ian)
loading gif
Top