Wali Kota Muslim Dilarang Hadiri Perayaan Idulfitri Gedung Putih
Selasa, 02 Mei 2023 - 23:57 WIB
loading...
A
A
A
Khairullah mengungkapkan bahwa dia dihentikan oleh pihak berwenang pada 2019 dan diinterogasi di Bandara Internasional John F. Kennedy di New York selama tiga jam dan ditanya apakah dia mengenal teroris. Insiden itu terjadi ketika dia kembali ke Amerika Serikat setelah kunjungan keluarga ke Turki di mana istrinya memiliki keluarga.
Pada kesempatan lain, dia mengatakan dia ditahan sebentar di perbatasan AS-Kanada saat dia melakukan perjalanan kembali ke negara itu bersama keluarga.
Juru bicara Dinas Rahasia AS Anthony Guglielmi membenarkan bahwa Khairullah tidak diizinkan masuk ke kompleks Gedung Putih, tetapi menolak merinci alasannya. Khairullah sendiri terpilih untuk masa jabatan kelima sebagai Wali Kota pada bulan Januari.
"Meskipun kami menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan, Wali Kota tidak diizinkan memasuki kompleks Gedung Putih malam ini," kata Guglielmi dalam sebuah pernyataan.
"Sayangnya kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut tentang cara dan metode perlindungan khusus yang digunakan untuk melakukan operasi keamanan kami di Gedung Putih," imbuhnya.
Sedangkan pihak Gedung Putih menolak untuk berkomentar.
Direktur Eksekutif CAIR cabang New Jersey, Selaedin Maksut, menyebut langkah itu sepenuhnya tidak dapat diterima dan menghina.
Baca Juga: Ucapkan Ramadan Kareem, Biden Singgung Nasib Muslim Uighur dan Rohingya
Pada kesempatan lain, dia mengatakan dia ditahan sebentar di perbatasan AS-Kanada saat dia melakukan perjalanan kembali ke negara itu bersama keluarga.
Juru bicara Dinas Rahasia AS Anthony Guglielmi membenarkan bahwa Khairullah tidak diizinkan masuk ke kompleks Gedung Putih, tetapi menolak merinci alasannya. Khairullah sendiri terpilih untuk masa jabatan kelima sebagai Wali Kota pada bulan Januari.
"Meskipun kami menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan, Wali Kota tidak diizinkan memasuki kompleks Gedung Putih malam ini," kata Guglielmi dalam sebuah pernyataan.
"Sayangnya kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut tentang cara dan metode perlindungan khusus yang digunakan untuk melakukan operasi keamanan kami di Gedung Putih," imbuhnya.
Sedangkan pihak Gedung Putih menolak untuk berkomentar.
Direktur Eksekutif CAIR cabang New Jersey, Selaedin Maksut, menyebut langkah itu sepenuhnya tidak dapat diterima dan menghina.
Baca Juga: Ucapkan Ramadan Kareem, Biden Singgung Nasib Muslim Uighur dan Rohingya
Lihat Juga :