China akan Balas Sanksi Inggris Terkait UU Keamanan Hong Kong

Minggu, 19 Juli 2020 - 21:30 WIB
loading...
China akan Balas Sanksi...
China akan menanggapi dengan tegas segala upaya yang dilakukan Inggris untuk memberikan sanksi kepada para pejabat China, menyusul pengenaan undang-undang keamanan di Hong Kong. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - China akan menanggapi dengan tegas segala upaya yang dilakukan Inggris untuk memberikan sanksi kepada para pejabat China, menyusul pengenaan undang-undang keamanan di Hong Kong. Awal bulan ini Inggris memperkenalkan sanksi baru untuk menargetkan individu di China yang diduga terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia atau kejahatan terorganisir.

Beberapa anggota parlemen di Partai Konservatif yang dipimpin oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan, sanksi juga harus digunakan untuk menargetkan para pejabat China.

( Baca juga: Wabah Covid-19 Kembali Muncul di China )

"Jika pemerintah Inggris bertindak sejauh itu untuk menjatuhkan sanksi pada setiap individu di China, kami pasti akan membuat respons tegas terhadapnya," kata Duta Besar China di Inggris, Liu Xiaoming, seperti dilansir Reuters pada Minggu (19/7/2020).

"Anda telah melihat apa yang terjadi di Amerika Serikat, mereka memberi sanksi kepada pejabat China, kami memberi sanksi kepada senator mereka, pejabat mereka. Saya tidak ingin melihat masalah ini terjadi di hubungan China-Inggris," sambungnya.

Inggris mengatakan, undang-undang keamanan nasional yang baru di Hong Kong melanggar perjanjian yang dibuat sebelum serah terima dan bahwa China menghancurkan kebebasan yang telah membantu menjadikan Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan terbesar di dunia.

( Baca juga: UMKM Diajak Gabung Koperasi Demi Mempermudah Pengawasan )

Pejabat Hong Kong dan China mengatakan, undang-undang itu penting untuk melubangi pertahanan keamanan nasional yang terungkap oleh protes baru-baru ini. China telah berulang kali mengatakan kepada kekuatan Barat untuk berhenti mencampuri urusan Hong Kong.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
Berita Terkini
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved