Gawat, Rusia Tak Mau Lagi Berbagi Info Uji Rudal Canggih dengan AS

Kamis, 30 Maret 2023 - 09:31 WIB
loading...
A A A
Inspeksi telah ditunda sejak 2020 karena pandemi COVID-19. Diskusi untuk melanjutkannya seharusnya dilakukan pada November 2022, tetapi Rusia tiba-tiba membatalkannya, dengan alasan dukungan AS untuk Ukraina.

Sebagai bagian dari latihan Rusia yang dimulai Rabu, peluncur rudal mobile Yars dijadwalkan bermanuver di tiga wilayah Siberia. Hal itu disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia.

Latihan itu akan melibatkan langkah-langkah untuk menyembunyikan pengerahan rudal dari satelit asing dan aset intelijen lainnya.

Kementerian Pertahanan tidak mengatakan berapa lama latihan akan berlangsung atau menyebutkan rencana peluncuran latihan apa pun. Yars adalah rudal balistik antarbenua berhulu ledak nuklir dengan jangkauan sekitar 11.000 kilometer (lebih dari 6.800 mil). Ini membentuk tulang punggung pasukan rudal strategis Rusia.

Sebuah video Kementerian Pertahanan menunjukkan truk yang membawa rudal Yars melaju dari pangkalan untuk berpatroli. Manuver tersebut melibatkan sekitar 300 kendaraan dan 3.000 tentara di Siberia timur.

Latihan itu berlangsung beberapa hari setelah Putin mengumumkan rencana untuk menyebarkan senjata nuklir taktis ke Belarusia, tetangga dan sekutu Rusia.

Senjata semacam itu dimaksudkan untuk digunakan di medan perang dan memiliki jangkauan yang relatif pendek dan daya ledak yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan rudal strategis jarak jauh yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir yang mampu melenyapkan seluruh kota.

Keputusan Putin tentang senjata taktis mengikuti peringatannya yang berulang kali bahwa Moskow siap menggunakan “semua cara yang tersedia”—merujuk pada persenjataan nuklirnya—untuk menangkis serangan di wilayah Rusia.

Ryabkov mengatakan pada hari Rabu bahwa langkah Putin mengikuti kegagalan sekutu Kiev untuk mengindahkan "sinyal serius" sebelumnya dari Moskow karena apa yang dia gambarkan sebagai "elite Barat yang tidak bertanggung jawab mendasar terhadap rakyat mereka dan keamanan internasional."

Pejabat Rusia telah mengeluarkan rentetan pernyataan hawkish sejak pasukan mereka memasuki Ukraina, memperingatkan bahwa dukungan Barat yang berkelanjutan untuk Kiev meningkatkan ancaman konflik nuklir.

Dalam sambutan yang diterbitkan Selasa, Nikolai Patrushev, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, yang diketuai Putin, dengan tegas memperingatkan AS dan sekutunya agar tidak menyimpan harapan atas kekalahan Rusia di Ukraina.

Patrushev menuduh bahwa beberapa politisi Amerika percaya bahwa AS dapat meluncurkan serangan rudal pencegahan ke Rusia yang tidak dapat ditanggapi oleh Moskow, keyakinan yang dia gambarkan sebagai "kebodohan berpandangan cupet, yang sangat berbahaya."

“Rusia sabar dan tidak berusaha menakut-nakuti siapa pun dengan keunggulan militernya, tetapi Rusia memiliki senjata modern unik yang mampu menghancurkan musuh mana pun, termasuk Amerika Serikat, jika ada ancaman terhadap keberadaannya,” kata Patrushev.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat...
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat Dasar Laut Filipina 2 Meter, Ikan-Ikan Mati
Rekomendasi
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Berita Terkini
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved