Tanzania Umumkan Wabah Virus Marburg yang Mematikan
Kamis, 23 Maret 2023 - 01:08 WIB
loading...
A
A
A
MVD pertama kali ditemukan pada tahun 1967 di Marburg dan Frankfurt di Jerman dan Beograd, Serbia. Virus itu dari "keluarga virus" yang sama dengan Ebola dan menyebabkan demam berdarah yang parah, sementara tingkat kematian bervariasi dari 24% hingga 88%.
Ada beberapa wabah sejak penemuannya, dengan yang terburuk adalah Angola pada tahun 2004-2005, dimana terdapat 252 kasus dan 227 kematian.
Virus ini awalnya ditularkan ke manusia dari kelelawar buah, dan kemudian dari orang ke orang melalui cairan tubuh atau benda yang terkontaminasi. Anggota keluarga dan petugas kesehatan sangat rentan terhadap infeksi ini.
Gejala penyakit ini dapat berkisar dari demam, mual dan ruam pada awal penyakit, hingga penyakit kuning dan penurunan berat badan yang parah seiring perkembangan penyakit. Virus penyakit ini memiliki masa inkubasi hingga 21 hari.
Tidak ada vaksin atau perawatan untuk virus ini, tetapi menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika), meringankan gejala dengan rehidrasi atau mengatur kadar darah dan oksigen pasien, dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.
Baca Juga: Apa itu Virus Marburg? Virus Mematikan yang Memicu Alarm WHO
CDC Afrika juga mendukung upaya untuk mengatasi wabah tersebut.
Ada beberapa wabah sejak penemuannya, dengan yang terburuk adalah Angola pada tahun 2004-2005, dimana terdapat 252 kasus dan 227 kematian.
Virus ini awalnya ditularkan ke manusia dari kelelawar buah, dan kemudian dari orang ke orang melalui cairan tubuh atau benda yang terkontaminasi. Anggota keluarga dan petugas kesehatan sangat rentan terhadap infeksi ini.
Gejala penyakit ini dapat berkisar dari demam, mual dan ruam pada awal penyakit, hingga penyakit kuning dan penurunan berat badan yang parah seiring perkembangan penyakit. Virus penyakit ini memiliki masa inkubasi hingga 21 hari.
Tidak ada vaksin atau perawatan untuk virus ini, tetapi menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika), meringankan gejala dengan rehidrasi atau mengatur kadar darah dan oksigen pasien, dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.
Baca Juga: Apa itu Virus Marburg? Virus Mematikan yang Memicu Alarm WHO
CDC Afrika juga mendukung upaya untuk mengatasi wabah tersebut.
Lihat Juga :