alexametrics

Presiden Catalonia Pertanyakan Persidangan Dirinya

loading...
Presiden Catalonia Pertanyakan Persidangan Dirinya
Pejabat Presiden Daerah Catalonia, Artur Mas | (Aitonline)
A+ A-
BARCELONA - Pejabat Presiden daerah Catalonia, Artur Mas, muncul di Pengadilan Barcelona dalam persidangan pengaturan pemungutan suara untuk kemerdekaan yang melibatkan dirinya. Mas dianggap tidak mematuhi larangan pengadilan untuk menggelar pemungutan suara pada November 2014 lalu.

Seperti dikutip dari laman BBC, Kamis (15/10/2015), Mas mengatakan ia benar-benar bertanggung jawab atas pemungutan suara tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengerti mengapa dirinya ditangkap. "Saya tidak mengerti mengapa saya di sini dan memberikan penjelasan," katanya.

Menurut Mas, pengadilan terhadap ia dan dua rekannya bermotif politik. Selain dituduh telah melakukan pembangkangan sipil, Mas juga menghadapi tuduhan menyalahgunakan dana publik untuk pemungutan suara.



Sementara itu di luar pengadilan, ribuan pendukung Artur Mas memberikan dukungannya dan meneriakkan "Ganyang keadilan Spanyol". Ratusan walikota juga ikut bergabung dalam aksi di depan gedung Mahkamah Agung Catalonia.

Pada akhir bulan September lalu, alinasi pro kemerdekaan memenangkan Pemilu parlemen di Catalonia. Aliansi pro-kemerdekaan berhasil memenangkan 62 kursi dari 135 kursi di parlemen Catalonia.

Mas sendiri berjanji akan membawa Catalonia memisahkan diri jika mereka berhasil mendapatkan suara mayoritas di parlemen. Namun belakangan, Mas harus berurusan dengan pengadilan terkait pemilihan umum pada 9 November 2014, yang disebutnya sebagai referendum kemerdekaan. (Baca juga : Diduga Organisir Referendum Ilegal, Presiden Catalonia Diselidiki)

Pihak kejaksaan menuding, Mas telah melakukan tindakan melawan hukum, melakukan penyalahgunaan dana publik, pengingkaran, perebutan kekuasaan, dan menghalangi keadilan. Selain Mas, otoritas setempat juga membidik dua orang lain untuk diselidiki.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak