Kapal Selam Kelas Yasen Milik Rusia Bisa Kalahkan Kelas Virginia yang Dibeli Australia

Rabu, 15 Maret 2023 - 08:40 WIB
loading...
A A A
Pada awal Oktober 2021, kapal selam kelas Yasen Rusia Severodvinsk berhasil melakukan uji tembak rudal hipersonik dari kedalaman 40 meter untuk pertama kalinya pada sasaran tiruan di Laut Barents.

Rusia Mengisi Kesenjangan dalam Kapal Selam Multiguna

Kabarnya, AS telah melampaui Rusia dalam hal jumlah kapal selam bertenaga nuklir multiguna, menurut Dandykin.

Secara keseluruhan, Angkatan Laut Rusia memimpin salah satu armada kapal selam terbesar di dunia dengan perkiraan 58 kapal.

Namun, ketika datang ke kapal selam kelas Yasen, Rusia hanya memiliki tiga di antaranya yang beroperasi dengan satu lagi menjalani uji coba laut dan banyak lainnya yang belum dibangun.

Untuk bagiannya, AS sudah memiliki 22 kapal selam kelas Virginia, yang mulai ditugaskan pada pertengahan tahun 2000-an, dan tiga kapal kelas Seawolf.

“Kami berada di posisi kedua dalam hal kuantitas (kapal selam serangan bertenaga nuklir),” kata pakar militer Rusia tersebut. "Dan sebenarnya, kita sekarang sedang mengisi celah di kapal serbaguna."

Dia menjelaskan, “Ketika sampai pada mano potensial, mano antara kapal kelas Yasen dan pesaing Amerika-nya adalah hasilnya terutama akan bergantung pada keterampilan awak dan komandan kapal.”

"Kapal selam kami lebih otomatis, kami memiliki awak yang lebih sedikit," ujar Dandykin.

Dia menekankan, "Sebagai aturan, mereka memiliki kru yang lebih besar, mereka selalu melakukannya, tidak bergantung pada peralatan, dan sebagainya. Menurut saya, pada prinsipnya, mereka adalah pesaing yang setara dalam banyak hal. Tapi tetap saja, dengan mempertimbangkan semua perkembangan, Yasen kami lebih kuat."

Wilayah Arktik dan Asia Pasifik

Dengan Rusia dan AS, dua kekuatan bersenjata nuklir utama, persaingan geopolitik di antara mereka tampaknya semakin cepat di tengah keterlibatan NATO dalam konflik Rusia-Ukraina dan ancaman Washington mengincar kekalahan strategis Rusia.

“Dalam hal geografi, kawasan Arktik dan Asia Pasifik akan menjadi wilayah yang paling penting di tahun-tahun mendatang,” tegas Dandykin.

“Tugas utama sekarang sebagian besar berada di Kutub Utara, di mana Amerika ingin mendapatkan keuntungan mereka, navigasi di bawah es dan sebagainya, dan tidak hanya di sana tetapi juga di Samudra Pasifik dan dekat Kamchatka,” ujar dia.

“Selanjutnya, apa yang terjadi sekarang dengan Taiwan, dengan China (juga patut mendapat perhatian). Secara alami, ini adalah kapal selam dengan kelayakan laut yang tidak terbatas dan tugas mereka dilakukan di mana saja di lautan dunia,” pungkas dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Usia Tembus Seabad,...
Usia Tembus Seabad, Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Ulang Tahun Ke-101
Rekomendasi
Polisi Berpeluang Periksa...
Polisi Berpeluang Periksa Febrie Adriansyah terkait Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Digelar 5 Hari, Ini...
Digelar 5 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 untuk Murid TK
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU, Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Berita Terkini
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved