Pesawat Boeing E-7 Wedgetail, Calon Mata-mata Udara Andalan NATO

Kamis, 23 Februari 2023 - 14:13 WIB
loading...
Pesawat Boeing E-7 Wedgetail,...
Boeing E-7 Wedgetail, pesawat mata-mata yang akan dioperasikan Inggris tahun ini. Negara NATO lainnya juga akan mengoperasikan pesawat serupa. Foto/Boeing.co.uk
A A A
JAKARTA - Pesawat Boeing E-7 Wedgetail merupakan armada yang akan beroperasi untuk Angkatan Udara Kerajaan Inggris atau Royal Air Force (RAF) tahun ini.

Menurut pihak Boeing, pesawat ini masuk dalam platform AEW&C (Airborne Early Warning and Control) paling ampuh, andal, dan canggih di dunia. Dengan klaim keandalan tersebut, Boeing E-7 Wedgetail menjadi calon mata-mata udara NATO untuk misi di berbagai wilayah di dunia.

Kementerian Pertahanan Inggris pada 2019 mengumumkan bahwa pesawat ini dipilih untuk memperkuat RAF.

Setahun setelahnya, perusahaan Leonardo dan Thales di Inggris didapuk untuk mengembangkan sistem bantuan pertahanan pesawat dan menambahkan teknologi canggih lainnya.

Bisa dimanfaatkan oleh NATO, Boeing E-7 memiliki kemampuan untuk melacak target udara dan maritim secara bersamaan.

Armada ini dilengkapi dengan sistem senjata canggih dalam pertempuran dan mampu mengawasi multi-domain yang kuat, dengan kemampuan manajemen pertempuran jaringan.

Boeing E-7 terbukti mampu berkomunikasi secara efektif dan bisa dimanfaatkan untuk mengambil keputusan dengan cepat guna mencapai tujuan misi.

Wedgetail sebelumnya sudah pernah digunakan oleh Angkatan Udara Australia dalam operasi melawan ISIS di Suriah dan Irak. Australia adalah negara pertama yang mengembangkan pesawat ini, untuk keperluan Angkatan Udara-nya.

Negara-negara lain, seperti Turki, Korea Selatan, dan Inggris, juga menggunakan dan mengembangkan pesawat ini sesuai dengan kebutuhannya.

Melansir Defense News, Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) berencana akan menggantikan Boeing E-3 Sentry dengan Boeing E-7 Wedgetail. Keputusan tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan riset pasar.

Hasil yang didapat adalah Boeing E-7 Wedgetail merupakan satu-satunya armada yang memenuhi seluruh persyaratan Departemen Pertahanan dalam manajemen pertempuran yang taktis dan baik dalam melakukan pelacakan target.

Di sisi lain, penggantian ini dilakukan karena usia Boeing E-3 Sentry juga sudah sangat tua, yakni sekitar 50 tahun.

Pada proyek penelitian, pengembangan, dan pengujian, pihak AS menganggarkan dana sebesar USD227 juta.

Selain itu, NATO dilaporkan akan mengakuisisi pesawat ini untuk program “eye in the sky” atau “mata di langit”. Rencana ini rupanya sudah didiskusikan, namun pihak NATO memang belum memutuskan tindakan apa yang selanjutnya akan diambil.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
2 Pesawat Tempur Rafale...
2 Pesawat Tempur Rafale Prancis Bertabrakan di Udara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved