China Desak Negara Tertentu Berhenti 'Kobarkan Api' dalam Perang Ukraina, Sindir AS?

Selasa, 21 Februari 2023 - 12:01 WIB
loading...
A A A
Juga pada hari Selasa, China merilis sebuah makalah tentang Prakarsa Keamanan Global (GSI), proposal keamanan andalan Presiden Xi Jinping yang bertujuan untuk menegakkan prinsip “keamanan tak terpisahkan”—sebuah konsep yang didukung oleh Rusia.

Pada hari Senin, diplomat top China Wang Yi menyerukan penyelesaian yang dinegosiasikan untuk perang Ukraina selama persinggahan di Hongaria menjelang kunjungan ke Moskow.

Pada hari yang sama, Presiden AS Joe Biden melakukan kunjungan mendadak ke Kiev untuk menunjukkan solidaritas, menjanjikan bantuan militer senilai USD500 juta ke Ukraina dan sanksi tambahan terhadap elite Rusia akan diumumkan secara penuh minggu ini.

Beijing telah menahan diri untuk tidak mengutuk operasi Moskow melawan Ukraina atau menyebutnya sebagai "invasi" sejalan dengan Kremlin, yang menggambarkan perang tersebut sebagai "operasi militer khusus" yang dirancang untuk melindungi keamanan Rusia sendiri.

Xi Jinping diperkirakan akan menyampaikan "pidato perdamaian" minggu ini pada peringatan invasi Rusia ke Ukraina, 24 Februari.

Senjata Mematikan

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memperingatkan pada hari Sabtu bahwa Amerika Serikat sangat khawatir China sedang mempertimbangkan untuk memberikan "bantuan mematikan" ke Rusia. "Ini akan memiliki konsekuensi serius dalam hubungan kita," kata Blinken kepada Wang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Parlemen Israel Setujui...
Parlemen Israel Setujui RUU Larang Kumandang Azan di Masjid-Masjid
Rekomendasi
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didakwa Pasal Berlapis Pencemaran Nama Baik dan UU ITE
Sarah Gibson Resmi Berpisah...
Sarah Gibson Resmi Berpisah dari Diska Resha, Tetap Sepakat Co-Parenting
Prabowo Terima Pulpen...
Prabowo Terima Pulpen Emas dari Lukashenko saat Bertemu di Istana Merdeka
Berita Terkini
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved