Tunda Tembak Jatuh Balon Mata-mata China, Ini Penjelasan Biden
Minggu, 05 Februari 2023 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahan Biden mendapat kecaman keras karena membiarkan pesawat asing itu menembus wilayah udara AS, dan karena hanya tampak duduk diam saat balon itu terbang di atas beberapa lokasi militer yang sensitif.
Pentagon secara terbuka mengakui bahwa mereka telah melacak perangkat tersebut pada hari Kamis, setelah penampakan yang tidak biasa itu menarik perhatian media, tetapi tidak disebutkan berapa lama. Saat itu, balon itu tampaknya telah melewati Alaska dan melalui wilayah udara Kanada sebelum terlihat di atas Montana. Militer AS mengklaim bahwa balon itu tidak menimbulkan ancaman bagi pesawat atau keamanan nasional.
Pada hari Sabtu, setelah objek tersebut mengambang di ketinggian sekitar 18 km, melintasi AS tanpa hambatan dan mencapai Samudra Atlantik, sebuah jet tempur F-22 menembaknya di lepas pantai Carolina Selatan.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin melaporkan operasi yang "berhasil" itu, membenarkan bahwa Biden memberikan otorisasinya beberapa hari yang lalu. Namun komandan militer AS memutuskan untuk menembak jatuh balon itu tanpa menimbulkan risiko bagi warga AS.
Austin juga berterima kasih kepada Kanada atas kontribusinya dalam pelacakan dan analisis, yang menunjukkan bahwa pejabat AS mengetahui tentang balon tersebut selama ini.
Beijing menegaskan bahwa perangkat itu adalah pesawat sipil China yang digunakan untuk penelitian, terutama tujuan meteorologi.
Pentagon secara terbuka mengakui bahwa mereka telah melacak perangkat tersebut pada hari Kamis, setelah penampakan yang tidak biasa itu menarik perhatian media, tetapi tidak disebutkan berapa lama. Saat itu, balon itu tampaknya telah melewati Alaska dan melalui wilayah udara Kanada sebelum terlihat di atas Montana. Militer AS mengklaim bahwa balon itu tidak menimbulkan ancaman bagi pesawat atau keamanan nasional.
Pada hari Sabtu, setelah objek tersebut mengambang di ketinggian sekitar 18 km, melintasi AS tanpa hambatan dan mencapai Samudra Atlantik, sebuah jet tempur F-22 menembaknya di lepas pantai Carolina Selatan.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin melaporkan operasi yang "berhasil" itu, membenarkan bahwa Biden memberikan otorisasinya beberapa hari yang lalu. Namun komandan militer AS memutuskan untuk menembak jatuh balon itu tanpa menimbulkan risiko bagi warga AS.
Austin juga berterima kasih kepada Kanada atas kontribusinya dalam pelacakan dan analisis, yang menunjukkan bahwa pejabat AS mengetahui tentang balon tersebut selama ini.
Beijing menegaskan bahwa perangkat itu adalah pesawat sipil China yang digunakan untuk penelitian, terutama tujuan meteorologi.
Lihat Juga :