Gerogoti Kemampuan Perang Rusia, AS Sanksi Kelompok Tentara Bayaran Wagner Group
Jum'at, 27 Januari 2023 - 10:39 WIB
loading...
AS jatuhkan sanksi tambahan terhadap kelompok tentara bayaran Wagner Group sebagai upaya untuk menggerogoti kemampuan perang Rusia di Ukraina. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis memberlakukan sanksi tambahan terhadap perusahaan militer swasta Rusia, Wagner Group .
Sanksi tambahan dijatuhkan setelah Washington menetapkan kelompok tentara bayaran itu sebagai organisasi kriminal transnasional.
Menurut para pejabat Washington, Wagner Group telah membantu militer Rusia dalam perangnya di Ukraina.
Baca juga: Dinyatakan Organisasi Kriminal, Bos Tentara Bayaran Wagner Rusia Surati AS
Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya menetapkan Wagner Group sebagai organisasi kriminal transnasional yang signifikan sebagai bagian dari tindakan yang menargetkan puluhan orang dan entitas dalam upaya menurunkan kemampuan Rusia untuk berperang.
"Personel Wagner telah terlibat dalam pola aktivitas kriminal serius yang sedang berlangsung, termasuk eksekusi massal, pemerkosaan, penculikan anak, dan kekerasan fisik di Republik Afrika Tengah (CAR) dan Mali," kata Departemen Keuangan Amerika dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/1/2023).
Sanksi tambahan dijatuhkan setelah Washington menetapkan kelompok tentara bayaran itu sebagai organisasi kriminal transnasional.
Menurut para pejabat Washington, Wagner Group telah membantu militer Rusia dalam perangnya di Ukraina.
Baca juga: Dinyatakan Organisasi Kriminal, Bos Tentara Bayaran Wagner Rusia Surati AS
Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya menetapkan Wagner Group sebagai organisasi kriminal transnasional yang signifikan sebagai bagian dari tindakan yang menargetkan puluhan orang dan entitas dalam upaya menurunkan kemampuan Rusia untuk berperang.
"Personel Wagner telah terlibat dalam pola aktivitas kriminal serius yang sedang berlangsung, termasuk eksekusi massal, pemerkosaan, penculikan anak, dan kekerasan fisik di Republik Afrika Tengah (CAR) dan Mali," kata Departemen Keuangan Amerika dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/1/2023).
Lihat Juga :