Panglima Militer AS: Sangat Sulit Mengusir Tentara Rusia dari Ukraina

Sabtu, 21 Januari 2023 - 04:44 WIB
loading...
Panglima Militer AS:...
Panglima Militer AS Jenderal Mark Milley sebut akan sangat sulit untuk mengusir ribuan tentara Rusia dari Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Panglima Militer Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley memperingatkan bahwa akan sangat sulit untuk mengusir ribuan tentara Rusia dari Ukraina setidaknya untuk tahun ini.

Invasi Moskow yang dimulai sejak 24 Februari 2022, dengan dalih "operasi militer khusus", akan memasuki bulan ke-12. Hingga kini belum ada tanda-tanda perang akan segera berakhir.

Puluhan ribu tentara dari kedua belah pihak telah tewas, dengan lebih banyak lagi warga sipil yang tewas atau telantar akibat terperangkap dalam konflik tersebut.

Tetapi Jenderal Milley menambahkan kekhawatiran bahwa agresi tidak akan berakhir tahun ini. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa tidak realistis Ukraina akan memenangkan perang.

Baca juga: Dmitry Medvedev Peringatkan NATO: Kekalahan Rusia Berarti Perang Nuklir

Jenderal Milley—Ketua Gabungan dari Kepala-Kepala Staf Militer AS serta penasihat utama Presiden Joe Biden dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin—bersama para pemimpin dunia bebas dan banyak pemimpin Eropa percaya bahwa satu-satunya cara konflik akan berakhir adalah melalui negosiasi.

Dia berbicara tentang bagaimana masih ada pertempuran signifikan yang terjadi di sebagian besar Ukraina, dengan garis depan yang membentang dari kota terbesar kedua Kharkiv ke selatan ke Kherson dan timur laut ke Bakhmut di mana Rusia mengeklaim telah mendapatkan kembali wilayah yang dicaploknya.

"Dari sudut pandang militer, ini adalah pertarungan yang sangat, sangat sulit," katanya di pangkalan Angkatan Udara AS di Ramstein, Jerman, Jumat waktu setempat, di mana pembicaraan antara 54 negara terus membahas paket keamanan baru untuk Ukraina.

"Ini kurang lebih merupakan garis depan statis saat ini, dengan pengecualian Bakhmut dan Soledar di mana ada aksi ofensif yang signifikan terjadi dari kedua sisi," paparnya.

Jenderal Milley memperkirakan salah satu garis depan mirip dengan jarak antara Washington D.C. dan Atlanta, atau panjangnya sekitar 1.000 kilometer.

"Itu adalah sejumlah besar wilayah dan di wilayah itu masih tersisa banyak pasukan Rusia di Ukraina yang diduduki Rusia," ujar perwira militer berusia 64 tahun itu, seperti dikutip Sky News, Sabtu (21/1/2023).

"Jadi, dari sudut pandang militer, saya masih berpendapat bahwa mulai tahun ini akan sangat, sangat sulit untuk secara militer mengeluarkan pasukan Rusia dari setiap jengkal [tanah] Ukraina yang diduduki Rusia," paparnya.

"Bukan berarti itu tidak bisa terjadi, bukan berarti itu tidak akan terjadi tapi itu akan sangat, sangat sulit."

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato pada pertemuan di Jerman barat dan mendesak sekutu untuk bertindak cepat dengan bantuan militer, menegaskan kembali pentingnya tank bagi pasukan Kiev.

Jerman berada di bawah tekanan untuk memasok tank Leopard 2 ke Ukraina tetapi menteri pertahanan negara itu belum menyetujui permintaan tersebut karena harus mendapat izin dari Berlin untuk ekspor ulang kendaraan militer oleh negara lain, seperti Polandia.

Diperkirakan sekitar 2.000 tank ini tersimpan di gudang-gudang di seluruh Eropa.

Namun, Jerman lebih suka jika kendaraan tersebut merupakan bagian dari paket NATO untuk Ukraina, dan sebaiknya termasuk tank M1 Abrams milik Amerika Serikat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Soal Ujian Bocor, India...
Soal Ujian Bocor, India Blokir Telegram jelang Tes Masuk Kampus Kedokteran
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
Berita Terkini
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Protes Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved