Jenderal Israel Sebut AS Kembali ke Kesepakatan Nuklir Iran sebagai Kesalahan Besar
Rabu, 27 Januari 2021 - 17:39 WIB
Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel, Aviv Kochavi mengatakan bahwa akan menjadi kesalahan bagi Amerika Serikat untuk kembali ke kesepakatan nuklir Iran. Foto/REUTERS
TEL AVIV - Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Aviv Kochavi mengatakan bahwa akan menjadi kesalahan bagi Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke kesepakatan nuklir Iran. Pemerintahan Joe Biden mengatakan, pihaknya siap untuk kembali membawa AS ke kesepakatan nuklir, langkah yang mendapat dukungan dari Eropa, tapi ditolak oleh sekutu AS di Timur Tengah.
Dia menuturkan bahwa tindakan militer "harus di atas meja" saat dia menjelaskan posisinya tentang masalah tersebut, yang kontras dengan yang dilakukan olehBiden.
"Jika kesepakatan nuklir 2015 terwujud, Iran akan mendapatkan bom. Kembalinya AS ke perjanjian itu akan menjadi "hal yang salah" untuk dilakukan," ucapnya, seperti dilansir Arab News pada Rabu (27/1/2021).
Kochavi mengatakan, perjanjian itu akan memungkinkan rezim Iran untuk memperkaya uranium ke tingkat yang cukup untuk pengembangan bom nuklir. Baca juga: Panglima Militer Israel Umumkan Rencana untuk Menyerang Iran
“Secara strategis kemungkinan akan mengarah pada nuklirisasi kawasan Timur Tengah. Untuk alasan itu, apapun yang menyerupai kesepakatan saat ini adalah buruk dan tidak boleh diizinkan," ujarnya.
"Iran saat ini bukanlah Iran tahun 2015. Saat ini, Iran berada di bawah tekanan yang sangat besar, tekanan ekonomi yang harus dipertahankan dengan segala cara, apa pun yang terjadi. ”
Dia menuturkan bahwa tindakan militer "harus di atas meja" saat dia menjelaskan posisinya tentang masalah tersebut, yang kontras dengan yang dilakukan olehBiden.
"Jika kesepakatan nuklir 2015 terwujud, Iran akan mendapatkan bom. Kembalinya AS ke perjanjian itu akan menjadi "hal yang salah" untuk dilakukan," ucapnya, seperti dilansir Arab News pada Rabu (27/1/2021).
Kochavi mengatakan, perjanjian itu akan memungkinkan rezim Iran untuk memperkaya uranium ke tingkat yang cukup untuk pengembangan bom nuklir. Baca juga: Panglima Militer Israel Umumkan Rencana untuk Menyerang Iran
“Secara strategis kemungkinan akan mengarah pada nuklirisasi kawasan Timur Tengah. Untuk alasan itu, apapun yang menyerupai kesepakatan saat ini adalah buruk dan tidak boleh diizinkan," ujarnya.
"Iran saat ini bukanlah Iran tahun 2015. Saat ini, Iran berada di bawah tekanan yang sangat besar, tekanan ekonomi yang harus dipertahankan dengan segala cara, apa pun yang terjadi. ”
Lihat Juga :