PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut

Senin, 22 Juni 2026 - 15:53 WIB
PM Inggris Keir Starmer mengundurkan diri. Foto/X/@PolitlcsUK
LONDON - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengundurkan diri. Starmer mengatakan dia akan melakukan segala yang dia bisa untuk memastikan penyerahan kekuasaan yang tertib, dan akan memberikan dukungan penuh kepada penggantinya.

Mereka tahu, lanjutnya, bahwa mereka mewarisi Inggris yang lebih kuat dan lebih adil daripada dua tahun yang lalu.



Starmer kemudian berterima kasih kepada teman-teman dan koleganya yang telah berada di sisinya selama enam tahun, serta staf No. 10 dan "pegawai negeri sipil yang luar biasa".

Starmer mengatakan dia berbicara dengan Raja Charles untuk memberitahukan keputusannya untuk mengundurkan diri.

Dia telah meminta Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh untuk menetapkan jadwal dengan pembukaan nominasi untuk kepemimpinan pada 9 Juli, dan selesai pada reses musim panas.

Ini berarti pemimpin baru akan menjabat sebelum parlemen kembali bersidang pada bulan September. Sampai saat itu, ia akan tetap menjabat sebagai perdana menteri, katanya.

Kemudian, Starmer mengatakan pertanyaan yang diajukan partainya adalah apakah ia adalah orang yang paling tepat untuk memimpin partai tersebut dalam pemilihan umum berikutnya.

Ia mengatakan telah "mendengar jawaban" dari partainya atas pertanyaan itu dan "menerima jawaban itu dengan lapang dada".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!