Satelit Rahasia Rusia yang Diduga Terhubung Senjata Nuklir Berputar di Luar Kendali
Minggu, 27 April 2025 - 08:12 WIB
Satelit Cosmos 2553 Rusia yang diduga terhubung dengan program senjata nuklir anti-satelit telah berputar di luar kendali. Foto/Ilustrasi Mail Online
WASHINGTON - Satelit rahasia Rusia di luar angkasa yang diyakini para pejabat Amerika Serikat (AS) terhubung dengan program senjata nuklir anti-satelit telah berputar tak terkendali.
Menurut analis Amerika, hal itu menunjukkan bahwa satelit tersebut mungkin tidak lagi berfungsi dalam apa yang bisa menjadi kemunduran bagi upaya pengerahan senjata ke luar angkasa oleh Moskow.
Satelit Cosmos 2553, yang diluncurkan Rusia beberapa minggu sebelum menginvasi Ukraina pada tahun 2022, telah mengalami beberapa kali putaran yang tampaknya tidak wajar selama setahun terakhir, menurut data radar Doppler dari perusahaan pelacak luar angkasa LeoLabs dan data optik dari Slingshot Aerospace, yang dibagikan kepada Reuters.
Baca Juga: Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir Jika Diinvasi Barat
Diyakini sebagai satelit radar untuk intelijen Rusia sekaligus platform pengujian radiasi, satelit tersebut tahun lalu menjadi pusat tuduhan AS bahwa Rusia selama bertahun-tahun telah mengembangkan senjata nuklir yang mampu menghancurkan seluruh jaringan satelit, seperti sistem internet Starlink milik SpaceX yang digunakan oleh pasukan Ukraina.
Pejabat AS menilai tujuan satelit Cosmos 2553, meskipun bukan senjata itu sendiri, adalah untuk membantu pengembangan senjata nuklir anti-satelit Rusia.
Rusia membantah sedang mengembangkan senjata semacam itu dan mengatakan Cosmos 2553 adalah untuk tujuan penelitian.
Menurut analis Amerika, hal itu menunjukkan bahwa satelit tersebut mungkin tidak lagi berfungsi dalam apa yang bisa menjadi kemunduran bagi upaya pengerahan senjata ke luar angkasa oleh Moskow.
Satelit Cosmos 2553, yang diluncurkan Rusia beberapa minggu sebelum menginvasi Ukraina pada tahun 2022, telah mengalami beberapa kali putaran yang tampaknya tidak wajar selama setahun terakhir, menurut data radar Doppler dari perusahaan pelacak luar angkasa LeoLabs dan data optik dari Slingshot Aerospace, yang dibagikan kepada Reuters.
Baca Juga: Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir Jika Diinvasi Barat
Diyakini sebagai satelit radar untuk intelijen Rusia sekaligus platform pengujian radiasi, satelit tersebut tahun lalu menjadi pusat tuduhan AS bahwa Rusia selama bertahun-tahun telah mengembangkan senjata nuklir yang mampu menghancurkan seluruh jaringan satelit, seperti sistem internet Starlink milik SpaceX yang digunakan oleh pasukan Ukraina.
Pejabat AS menilai tujuan satelit Cosmos 2553, meskipun bukan senjata itu sendiri, adalah untuk membantu pengembangan senjata nuklir anti-satelit Rusia.
Rusia membantah sedang mengembangkan senjata semacam itu dan mengatakan Cosmos 2553 adalah untuk tujuan penelitian.
Lihat Juga :