Jenderal Tertinggi Israel Pecat Komandan Senior dan Ratusan Tentara Cadangan yang Desak Diakhirinya Perang Gaza
Sabtu, 12 April 2025 - 06:33 WIB
Panglima Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir menyetujui pemecatan komandan senior dan ratusan tentara cadangan yang serukan diakhirinya perang di Gaza. Foto/IDF
TEL AVIV - Panglima Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir telah menyetujui pemecatan komandan senior dan ratusan tentara cadangan karena menyerukan diakhirinya perang di Gaza.
Awal minggu ini, ratusan tentara Angkatan Udara Israel (IAF) menandatangani surat yang mengecam serangan militer di Gaza, dengan mengatakan bahwa serangan itu "terutama melayani kepentingan politik dan pribadi, bukan kepentingan keamanan" sambil menyerukan pemulangan sandera dan menambahkan bahwa ini hanya dapat dicapai melalui gencatan senjata dan bukan dengan cara militer.
Mengutip laporan Middle East Monitor, Sabtu (12/4/2025), Zamir—sebelumnya pensiunan mayor jenderal dan diaktifkan kembali menjadi jenderal tertinggi Zionis Israel—mengatakan fakta bahwa para prajurit menandatangani surat itu adalah masalah serius, mengeklaim bahwa mereka tidak dapat menandatangani petisi semacam itu dan kemudian kembali bertugas.
Baca Juga: Bukan Hanya Prajurit Israel, 2.000 Dosen dan 100 Dokter Militer Desak Netanyahu Hentikan Perang Gaza
Awal minggu ini, ratusan tentara Angkatan Udara Israel (IAF) menandatangani surat yang mengecam serangan militer di Gaza, dengan mengatakan bahwa serangan itu "terutama melayani kepentingan politik dan pribadi, bukan kepentingan keamanan" sambil menyerukan pemulangan sandera dan menambahkan bahwa ini hanya dapat dicapai melalui gencatan senjata dan bukan dengan cara militer.
Mengutip laporan Middle East Monitor, Sabtu (12/4/2025), Zamir—sebelumnya pensiunan mayor jenderal dan diaktifkan kembali menjadi jenderal tertinggi Zionis Israel—mengatakan fakta bahwa para prajurit menandatangani surat itu adalah masalah serius, mengeklaim bahwa mereka tidak dapat menandatangani petisi semacam itu dan kemudian kembali bertugas.
Baca Juga: Bukan Hanya Prajurit Israel, 2.000 Dosen dan 100 Dokter Militer Desak Netanyahu Hentikan Perang Gaza
Lihat Juga :