Trump Ingin Caplok Kanada, tapi Abaikan Opsi Invasi Militer
Senin, 10 Februari 2025 - 09:53 WIB
Presiden Donald Trump ingin mencaplok Kanada dan menjadikannya sebagai negara bagian ke-51 AS. Namun, dia mengabaikan opsi invasi militer untuk mewujudkan ambisinya. Foto/Eva Marie Uzcategui/Farres Tariq/Newsweek
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin "mencaplok" Kanada dan menjadikannya sebagai negara bagian ke-51 Amerika. Namun, dia mengabikan opsi invasi militer untuk mewujudkan ambisinya tersebut.
Penasihat Keamanan Nasional Presiden Donald Trump, Mike Waltz, dalam acara "Meet the Press" NBC News pada hari Minggu mengatakan bahwa dia tidak berpikir presiden memiliki rencana untuk menginvasi Kanada.
Komentar Waltz itu merespons laporan media bahwa Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyampaikan dalam pertemuan tertutup para pemimpin bisnis pekan lalu bahwa pemerintahan Trump terus berbicara tentang menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS.
Baca Juga: PM Trudeau: Trump Serius Ingin Caplok Kanada
"Banyak warga Kanada tidak menyukai pemerintahan liberal dan progresif selama 10 tahun terakhir di bawah Trudeau," kata Waltz.
“Sebenarnya, yang Anda lihat adalah penegasan kembali kepemimpinan Amerika di Belahan Bumi Barat, dari Arktik hingga Terusan Panama,” kata Waltz dalam sebuah wawancara dengan moderator “Meet the Press” Kristen Welker.
Penasihat Keamanan Nasional Presiden Donald Trump, Mike Waltz, dalam acara "Meet the Press" NBC News pada hari Minggu mengatakan bahwa dia tidak berpikir presiden memiliki rencana untuk menginvasi Kanada.
Komentar Waltz itu merespons laporan media bahwa Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyampaikan dalam pertemuan tertutup para pemimpin bisnis pekan lalu bahwa pemerintahan Trump terus berbicara tentang menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS.
Baca Juga: PM Trudeau: Trump Serius Ingin Caplok Kanada
"Banyak warga Kanada tidak menyukai pemerintahan liberal dan progresif selama 10 tahun terakhir di bawah Trudeau," kata Waltz.
“Sebenarnya, yang Anda lihat adalah penegasan kembali kepemimpinan Amerika di Belahan Bumi Barat, dari Arktik hingga Terusan Panama,” kata Waltz dalam sebuah wawancara dengan moderator “Meet the Press” Kristen Welker.
Lihat Juga :