Tentara Israel Sebut Serangan ke Iran Sangat Serius dan Signifikan

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 21:12 WIB
Tentara Israel sebut serangan ke Iran sangat serius dan signifikan. Foto/IDF
TEL AVIV - Militer Israel sedang merencanakan respons terhadap serangan rudal balistik Iran pada Selasa malam, dan memperingatkan pada Sabtu bahwa itu akan menjadi "serius dan signifikan."

Pasukan Pertahanan Israel telah mengatakan bahwa serangan Iran dengan sekitar 200 rudal balistik di negara itu akan "memiliki konsekuensi."



Serangan itu menyebabkan kerusakan di Israel, termasuk di pangkalan udara Israel, meskipun militer mengatakan bahwa tidak ada pesawat atau infrastruktur penting yang terkena serangan, dan Angkatan Udara Israel beroperasi dengan kapasitas penuh.

Militer pada hari Sabtu mengatakan bahwa respons terhadap serangan rudal Iran akan "serius dan signifikan," dan bahwa mereka mencurahkan banyak waktu untuk merencanakannya.

Pada hari Rabu, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan bahwa Israel akan menanggapi serangan rudal tersebut, bersumpah bahwa militer dapat "mencapai dan menyerang titik mana pun di Timur Tengah."

Rencana militer tersebut harus disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

Melansir Times of Israel, pada rapat kabinet keamanan di bunker aman dekat Yerusalem setelah serangan tersebut, Netanyahu memperingatkan bahwa Teheran telah membuat "kesalahan besar malam ini" dan bersumpah bahwa "mereka akan membayarnya."

Komentar dari IDF pada hari Sabtu muncul saat AS berusaha mencegah Israel menyerang infrastruktur nuklir atau minyak Iran sebagai bagian dari respons.

Presiden AS Joe Biden pada hari Jumat mengatakan Israel belum memutuskan bagaimana akan menanggapi serangan rudal balistik Iran, tetapi menyarankan agar menahan diri dari menyerang fasilitas minyak Iran.

"Jika saya berada di posisi mereka, saya akan memikirkan alternatif lain selain menyerang ladang minyak," kata Biden saat tampil langka di jumpa pers harian Gedung Putih.

Awal minggu ini, Biden mengatakan dia menentang Israel yang juga menargetkan situs nuklir Iran.

Pernyataan terbaru Biden muncul sehari setelah dia mengatakan gagasan serangan Israel terhadap situs minyak Iran "sedang dibahas," yang menyebabkan harga minyak melonjak di tengah kekhawatiran akan guncangan tiba-tiba pada pasokan global.

Namun, pada hari Sabtu, menteri perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan bahwa dia "tidak khawatir" tentang meningkatnya konflik di wilayah tersebut di tengah laporan bahwa Israel akan menyerang Iran, situs berita kementerian Shana mengatakan.

Komentar Paknejad dibuat selama kunjungan ke Assaluyeh, ibu kota energi Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!