Putin: Tentara NATO Hadir di Ukraina, Mereka Berbahasa Prancis dan Inggris
Senin, 18 Maret 2024 - 14:35 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin sebut tentara NATO sudah hadir di Ukraina, mereka berbahasa Prancis dan Inggris. Foto/REUTERS
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa bukan rahasia lagi tentara dari negara-negara NATO sudah hadir di Ukraina.
Berbicara kepada para pendukungnya dan media pada Minggu malam setelah kemenangan telaknya dalam pemilihan presiden (pilpres), Putin menekankan bahwa Moskow sangat menyadari adanya seruan anggota NATO untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina.
“Kami mendengar pembicaraan berbahasa Prancis dan Inggris di sana. Tidak ada yang baik dalam hal ini, pertama-tama bagi mereka, karena mereka tewas di sana dan dalam jumlah besar,” kata Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (18/3/2024).
Putin juga mempertimbangkan potensi konflik skala penuh antara NATO dan Rusia, dan memperingatkan bahwa hal tersebut tidak dapat dikesampingkan.
Baca Juga: Menang Pilpres Rusia, Putin Warning NATO: Selangkah Lagi Perang Dunia III!
“Segala sesuatu mungkin terjadi di dunia modern...Tapi semua orang tahu bahwa ini akan menjadi satu langkah lagi menuju Perang Dunia III skala penuh. Saya rasa tidak ada orang yang tertarik dengan hal itu," paparnya.
Berbicara kepada para pendukungnya dan media pada Minggu malam setelah kemenangan telaknya dalam pemilihan presiden (pilpres), Putin menekankan bahwa Moskow sangat menyadari adanya seruan anggota NATO untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina.
“Kami mendengar pembicaraan berbahasa Prancis dan Inggris di sana. Tidak ada yang baik dalam hal ini, pertama-tama bagi mereka, karena mereka tewas di sana dan dalam jumlah besar,” kata Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (18/3/2024).
Putin juga mempertimbangkan potensi konflik skala penuh antara NATO dan Rusia, dan memperingatkan bahwa hal tersebut tidak dapat dikesampingkan.
Baca Juga: Menang Pilpres Rusia, Putin Warning NATO: Selangkah Lagi Perang Dunia III!
“Segala sesuatu mungkin terjadi di dunia modern...Tapi semua orang tahu bahwa ini akan menjadi satu langkah lagi menuju Perang Dunia III skala penuh. Saya rasa tidak ada orang yang tertarik dengan hal itu," paparnya.
Lihat Juga :