alexametrics

Uni Eropa Tetapkan Reduksi Emisi Kendaraan Yang Lebih Ketat Sampai 2030

Uni Eropa Tetapkan Reduksi Emisi Kendaraan Yang Lebih Ketat Sampai 2030
Uni Eropa Tetapkan Reduksi Emisi Kendaraan Yang Lebih Ketat Sampai 2030. picture-alliance/dpa/P.Zinken
A+ A-
Sehari setelah PBB memperingatkan kondisi kritis perubahan iklim, negara-negara Uni Eropa sepakat mengurangi emisi kendaraan bermotor sampai 35 persen hingga tahun 2030. Keputusan itu diambil setelah perundingan alot. Terutama Jerman tadinya bersikeras menetapkan pengurangan emisi maksimal 30 persen, karena khawatir industri mobilnya akan mengalami kesulitan.

Rincian pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) akan dibahas dalam pembicaraan hari Rabu (10/10) dengan Parlemen Eropa dan Komisi Eropa.

Laporan Panel Internasional PBB Tentang Perubahan Iklim IPCC yang dirilis hari Senin (8/10) mendorong para menteri lingkungan Uni Eropa untuk bertemu di Luksemburg dan mencari kompromi dalam perundingan maraton selama 13 jam.

Dalam laporannya IPCC memperingatkan bahwa dunia kehabisan waktu untuk menghindari "bencana iklim" dan bahwa perlu diambil langkah-langkah yang "belum pernah terjadi sebelumnya" untuk menghindari kenaikan suhu global yang berbahaya.

Komisaris iklim Uni Eropa Miguel Arias Canete mengatakan, keberhasilan mencapai kesepakatan tidak diduga sebelumnya.

"Kami melihat diskusi yang benar-benar rumit. Saya tidak pernah percaya pada awalnya bahwa dukungan yang kuat seperti itu akan diperoleh," katanya hari Selasa (9/10) usai perundingan di Luksemburg.

Reduksi emisi CO2 dari kendaraan bermotor

Beberapa negara Uni Eropa menuntut reduksi emisi CO2 sampai 40 persen untuk mobil-mobil baru. Sedangkan Komisi Eropa merekomendasikan reduksi 30 persen, terutama berdasarkan tuntutan Jerman.

"Setelah 13 jam negosiasi, kami lega ... Kompromi ini demi kepentingan semua negara anggota," Kata Menteri Lingkungan Austria, Elisabeth Köstinger kepada wartawan.

Jerman, yang memiliki industri otomotif terbesar, bersikeras mendukung batas 30 persen sampai 2030. Pasalnya Berlin khawatir jika target ditetapkan terlalu tinggi, hal itu akan merugikan ekspor kendaraan bermotor dan mengancam lapangan kerja.

Denmark, Irlandia dan Swedia, di sisi lain, mendorong reduksi yang lebih ambisius dan kecewa dengan kesepakatan itu. "Teks ini lebih buruk dari yang ada di meja tadi pagi," kata Menteri Lingkungan Irlandia, Denis Naughton.

Sektor transportasi adalah satu-satunya industri utama di UE di mana emisi gas rumah kaca masih terus meningkat. Pertemuan hari Selasa juga mengadopsi posisi Uni Eropa pada COP24, KTT iklim PBB yang akan diadakan bulan Desember mendatang di Katowice, Polandia.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top