alexametrics

Kembali Catat Rekor, Surplus Perdagangan Jerman Dikritik Banyak Pihak

Kembali Catat Rekor, Surplus Perdagangan Jerman Dikritik Banyak Pihak
Kembali Catat Rekor, Surplus Perdagangan Jerman Dikritik Banyak Pihak. Reuters/F. Bimmer
A+ A-
Nilai surplus perdagangan ini jauh lebih besar bila dibandingkan dengan negara pesaing terdekatnya yaitu Jepang dan Belanda, menurut penelitian yang diterbitkan Senin (21/8) oleh lembaga riset ekonomi yang berbasis di München, Ifo.

Angka surplus terbaru ini juga menunjukkan sedikit penurunan dari proporsi dari total kinerja ekonomi Jerman bila dibandingkan dengan 2017, yaitu turun dari 7,9 persen menjadi 7,8 persen.

Laporan Ifo juga memperhitungkan perdagangan barang, jasa dan pendapatan dari aset asing. Perdagangan barang adalah faktor pendukung dibalik surplus Jerman yang mencapai lebih dari €200 miliar ini.

Pendapatan dari aset juga diharapkan naik sebesar €63 miliar. Sementara di bidang jasa, Jerman diprediksi akan mengalami defisit sebesar €18 miliar.

Neraca perdagangan tidak seimbang

Angka-angka terbaru menunjukkan kekuatan dominan ekspor Jerman di dunia dan cenderung memicu kritik dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Amerika Serikat dengan Presiden Donald Trump mengatakan Jerman sebagai salah satu penyebab utama defisit perdagangan AS senilai US $ 460 miliar.

Trump lantas mengancam akan mengenakan tarif terhadap mobil impor di AS yang merupakan produk ekspor terpenting Jerman.

Kritik lain pernah diungkapkan oleh satunya dari IMF yang mengatakan surplus Jerman dapat memicu ketegangan global.

Dalam wawancara dengan Deutsche Welle, Fabian Lindner dari Hans Böckler Foundation, salah satu lembaga riset ekonomi dan sosial di Jerman mengatakan kalau Jerman mengekspor lebih banyak daripada impor.

"Ini berarti negara lain di dunia mengimpor lebih banyak. Pada dasarnya mereka membiayai itu dengan utang. Jadi ekonomi kita meningkat karena negara lain utangnya meningkat dan ini jelas-jelas tidak berkelanjutan," ujar Lindner.

"Kondisi ini bagus untuk kita tapi pada satu titik mereka akan memiliki kesulitan membayar. Kita pernah mencapai titik ini pada krisis tahun 2009/2010," ujat Lindner.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top