alexametrics

Jejak Kontroversial Ali Mochtar Ngabalin

Jejak Kontroversial Ali Mochtar Ngabalin
Jejak Kontroversial Ali Mochtar Ngabalin. Reuters/Paulo Whitaker
A+ A-
Presiden Joko Widodo mengangkat politisi konservatif Golkar, Ali Mochtar Ngabalin, sebagai jurubicara kepresidenan. Sosok yang pernah menjabat Direktur Politik di tim suskes Prabowo Subianto pada pilpres 2014 ini akan mengemban tugas menjembatani istana negara dengan kelompok konservatif muslim.

Ngabalin nantinya akan bekerja di bawah koordinasi Deputi IV Kepala Staf Presiden (KSP), Eko Sulistiyo. Kepada Detik dia mengaku akan lebih sering mensosialisasikan kinerja pemerintah. "Banyak capaian-capaian pemerintah yang tidak maksimal dikabarkan ke masyarakat, saya juga menyampaikan, kebenaran yang tidak terkoordinir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terkoordinir," tuturnya.

Pengangkatan pria kelahiran Fakfak tersebut sempat menjadi kejutan lantaran sepak terjangnya yang selama ini bersebrangan dengan pemerintahan Joko Widodo. Ngabalin berulangkali memicu kontroversi sejak aktif berpolitik. Inilah sejumlah di antaranya.

1. Mendesak Allah Dukung Prabowo

Ketika pemungutan suara usai dan Joko Widodo dinyatakan sebagai pemenang, tim sukses Prabowo pada 7 Agustus 2014 mengajukan gugatan atas hasil pemilu ke Mahkamah Agung. Pada saat itulah Ngabalin mengumbar ucapan 'nyeleneh' saat acara halal bihalal pendukung Prabowo-Hatta di rumah Polonia.

"Perjuangan yang kita lakukan tidak berhenti sampai di sini dan kita mendesak Allah SWT berpihak kepada kebenaran, berpihak kepada Prabowo-Hatta ,” kata dia seperti terekam dalam vido yang diunggah ke Youtube. Ia tidak berhenti sampai situ. "Kita gemas, kapan Tuhan turunkan. Kita desak Allah turunkan bala tentaranya tolong Prabowo."

Ketika MK menolak seluruh butir gugatan Gerindra pada 21 Agustus, Ngabalin melontarkan tuduhan tak sedap kepada sosok yang kini menjadi atasannya. "Jokowi dan Jusuf Kalla manusia otoriter, mari kita menggunakan kekuatan 67 juta rakyat indonesia menjadi penguatan seimbang," kata dia seperti dilansir Merdeka saat itu.

2. Membela Rizieq Shihab

Kedekatan Ngabalin dengan Rizieq berawal dari tindak kekerasan massa Front Pembela Islam saat menyerang aksi demonstrasi Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas pada Juni 2008. Tidak hanya melukai peserta demonstrasi, FPI juga ikut menghancurkan peralatan pengeras suara dan membakar spanduk. Akibatnya 14 orang mengalami luka-luka, termasuk perempuan.

Buntutnya 1.500 aparat kepolisian menggeruduk markas FPI di Pertamburan dan menangkap Rizieq Shihab beserta 56 anggota FPI. Ali Mochtar Ngabalin yang saat itu masih aktif di Partai Bulan Bintang (PBB) menjenguk Rizieq di penjara.

"Saya juga mau tanya, kok bisa Habib ditahan? Kenapa setelah 3 hari baru ditangkap? Penangkapan tidak beralasan. Menurut saya, ada desain ini pengalihan isu. Pemerintah jangan menggunakan politik busuk, orang sudah tahu," kata Ngabalin kepada Detik kala itu. Dia juga menjadi saksi yang meringankan FPI dalam proses persidangan kasus penyerangan Monas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top