Hapus Bukti Perkosaan, Pria Ini Hilangkan Tahi Lalat di Kemaluan

Jum'at, 05 Desember 2014 - 17:13 WIB
Hapus Bukti Perkosaan,...
Hapus Bukti Perkosaan, Pria Ini Hilangkan Tahi Lalat di Kemaluan
A A A
NEW SOUTH WALES - Seorang pria di Australia menghilangkan tahi lalat di kemaluannya sebagai upaya untuk menghilangkan bukti pemerkosaan yang dia lakukan.

Meskipun cara nyeleneh hal itu sudah dia lakukan, dia tetap dipenjara karena tetap terbukti melakukan tindakan asusila terhadap terhadap seorang gadis. Ada dua tahi lalat yang dia hilangkan.

Korbannya, yang saat kejadian pada November 2012, masih berusia sembilan tahun mengatakan kepada polisi, bahwa dia mengenali tanda bukti dari tersangka.

Namun, dalam pengadilan di Sydney pada hari ini (5/12/2014), tersangka yang tidak disebutkan identitasnya karena alasan hukum, menolak perintah petugas yang ingin melihat tahi lalat di kemaluannya, yang diklaim sebagai bukti.

Kendati demikian, dari pemeriksaan wajib oleh petugas forensik, pria itu telah menghapus tahi lalat itu. Sayangnya upayanya tidak mulus, karena masih ada tanda bekas tahi lalat yang dipotong dan dibakar.

”Ini menunjukkan kesadaran (bahwa dia) bersalah," kata seorang jaksa pengadilan. Pria yang berasal dari wilayah Hunter, dinyatakan bersalah atas lima tuduhan melakukan hubungan badan dengan anak di bawah usia 10 dan tiga tindakan tidak senonoh lain.

Kejahatan pria itu telah menghancurkan hidup gadis itu, karena korban merasa “malu dan sakit”. Demikian pernyataan dampak korban yang dibacakan di pengadilan hari ini.

”Saya benci orang ini atas apa yang dilakukannya. Rasa sakit yang ia berikan pada saya itu tak tertahankan,” bunyi pengakuan korban, seperti dikutip news.com.au.

Pengacara pria itu, David Barrow, mengatakan kepada hakim, bahwa kejahatan kliennya bukan kejahatan paling serius. Dia juga membantah bahwa kliennya menyalahgunakan gadis itu, dalam kapasitas kiennya sebagai seorang pekerja Departemen Layanan Masyarakat dan Keluarga.
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
1 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
4 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
5 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
6 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
8 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved