Volke, Pemutilasi Mayang Pernah Jadi Pelacur Pria
Selasa, 07 Oktober 2014 - 20:45 WIB
Volke, Pemutilasi Mayang Pernah Jadi Pelacur Pria
A
A
A
BRISBANE - Marcus Peter Volke, 28, koki asal Australia yang membunuh dan memutilasi Mayang Parsetyo, wanita transgender asal Indonesia pernah bekerja sebagai pelacur pria.
Volke yang telah menikah dengan Mayang, bunuh diri setelah polisi mendatangi apartemen, tempat Volke membunuh dan memutilasi Mayang. Tak hanya itu, potongan tubuh Mayang juga direbus Volke dengan zat kimia.
Polisi Brisbane sedang menyelidiki motif pembunuhan sadis yang dilakukan Volke. Sebab, dari keterangan teman-teman Volke, koki Australia itu pernah terobsesi dengan gizi dan kesehatan, dan telah berubah karakternya, yang diduga karena pengaruh obat.
Menurut news.com.au, Selasa (7/10/2014), pasangan ini pernah bekerja di sebuah rumah pelacuran Melbourne. Volke sebelum itu juga pernah bekerja sebagai pelacur atau pekerjaan seks pria di Kopenhagen.
Setelah pindah ke Brisbane, dia bekerja di bawah nama “Heath XL”. “Sedangkan istrinya, menjual diri sebagai ‘Waria top kelas tinggi Asia’dengan tarif hingga $500 per jam,” demikian laporan media Australia itu.
Volke mengiklankan dirinya sebagai pekerja seks pria di Denmark dengan julukan “pemuda seksi Australia”.
”Saya sangat terbuka untuk segala macam orang, usia dan latar belakang tetapi jika Anda keren, serius dan murah hati maka kita bisa bermain!,” bunyi iklan di situs prostitusi tampat Volke bekerja.
Volke yang telah menikah dengan Mayang, bunuh diri setelah polisi mendatangi apartemen, tempat Volke membunuh dan memutilasi Mayang. Tak hanya itu, potongan tubuh Mayang juga direbus Volke dengan zat kimia.
Polisi Brisbane sedang menyelidiki motif pembunuhan sadis yang dilakukan Volke. Sebab, dari keterangan teman-teman Volke, koki Australia itu pernah terobsesi dengan gizi dan kesehatan, dan telah berubah karakternya, yang diduga karena pengaruh obat.
Menurut news.com.au, Selasa (7/10/2014), pasangan ini pernah bekerja di sebuah rumah pelacuran Melbourne. Volke sebelum itu juga pernah bekerja sebagai pelacur atau pekerjaan seks pria di Kopenhagen.
Setelah pindah ke Brisbane, dia bekerja di bawah nama “Heath XL”. “Sedangkan istrinya, menjual diri sebagai ‘Waria top kelas tinggi Asia’dengan tarif hingga $500 per jam,” demikian laporan media Australia itu.
Volke mengiklankan dirinya sebagai pekerja seks pria di Denmark dengan julukan “pemuda seksi Australia”.
”Saya sangat terbuka untuk segala macam orang, usia dan latar belakang tetapi jika Anda keren, serius dan murah hati maka kita bisa bermain!,” bunyi iklan di situs prostitusi tampat Volke bekerja.
(mas)