RI minta Australia tak rusak negara lain pakai intel
Senin, 21 April 2014 - 13:10 WIB
RI minta Australia tak rusak negara lain pakai intel
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty M. Natalegawa, mengungkap salah satu poin upaya pemulihan hubungan Indonesia dan Australia.Salah satu poin itu adalah permintaan Indonesia agar Australia komitmen tidak menggunakan intelijen untuk merusak negara lain.
Hal itu disampaikan Marty di sela-sela pembukaan International Workshop Protection of Irregular Movement of Person at Sea, di Jakarta, Senin (21/4/2014). Marty mengaku, berbagai poin upaya untuk memulihkan hubungan Indonesia dan Australia itu sudah dia sampaikan kepada Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, di Meksiko beberapa waktu lalu.
”Akan ada komitmen untuk tidak melakukan beberapa hal, dan ada juga komitmen untuk melakukan beberapa hal. Jadi akan ada indentifikasi elemen-elemen tersebut,” kata Marty.
”Tapi intinya akan ada komiten untuk tidak menggunakan sumber daya intelijen yang dapat merugikan kepentingan negara lain, saya kira ini adalah komitmen utama,” lanjut Marty.
Setelah berbagai komitmen ditetapkan, selanjutnya akan ditindak lanjuti dengan berbagai pertemuan bilateral secara berkala.”Pertemuan-pertemuan berkala antara menteri luar negeri kedua negara dan juga intelijen kedua negara,” imbuh Marty.
Hubungan antara Indonesia dan Australia retak setelah terungkap skandal penyadapan yang dilakukan intelijen Australia terhadap para pejabat Indonesia. Laporan adanya penyadapan itu berkat bocoran dari bekas kontraktor National Security Agency (NSA), Edward Joseph Snowden, yang kini jadi buronan Amerika Serikat.
Hal itu disampaikan Marty di sela-sela pembukaan International Workshop Protection of Irregular Movement of Person at Sea, di Jakarta, Senin (21/4/2014). Marty mengaku, berbagai poin upaya untuk memulihkan hubungan Indonesia dan Australia itu sudah dia sampaikan kepada Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, di Meksiko beberapa waktu lalu.
”Akan ada komitmen untuk tidak melakukan beberapa hal, dan ada juga komitmen untuk melakukan beberapa hal. Jadi akan ada indentifikasi elemen-elemen tersebut,” kata Marty.
”Tapi intinya akan ada komiten untuk tidak menggunakan sumber daya intelijen yang dapat merugikan kepentingan negara lain, saya kira ini adalah komitmen utama,” lanjut Marty.
Setelah berbagai komitmen ditetapkan, selanjutnya akan ditindak lanjuti dengan berbagai pertemuan bilateral secara berkala.”Pertemuan-pertemuan berkala antara menteri luar negeri kedua negara dan juga intelijen kedua negara,” imbuh Marty.
Hubungan antara Indonesia dan Australia retak setelah terungkap skandal penyadapan yang dilakukan intelijen Australia terhadap para pejabat Indonesia. Laporan adanya penyadapan itu berkat bocoran dari bekas kontraktor National Security Agency (NSA), Edward Joseph Snowden, yang kini jadi buronan Amerika Serikat.
(mas)