Lawan sindikat penyelundup manusia, RI diapresiasi dunia
Senin, 21 April 2014 - 12:21 WIB
Lawan sindikat penyelundup manusia, RI diapresiasi dunia
A
A
A
Sindonews.com – Indonesia menjadi tuan rumah sekaligus penggagas konferensi anti-perdagangan dan penyelundupan manusia yang resmi dibuka hari ini (21/4/2014) hingga besok (22/4/2014). Konferensi untuk melawan para sindikat penyelundupan manusia itu digelar di Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri Indonesia, di Jakarta.
”Saya ucapakan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia karena menyelenggarakan International Workshop Protection of Irregular Movement of Person at Sea,” ucap perwakilan United Nations High Commisioner of Refugees(UNHCR), James Linch.
Linch mengingatkan, bahwa untuk menanggulangi masalah penyelendupan dan perdagangan manusia, setiap negara harus saling bekerjasama dan membangun sebuah jaringan multinasional. Tujuannya untuk memberantas para sindikat perdangan dan penyelundupan manusia.
”UNHCR akan sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dan mendukung penuh pelaksanaan konferensi ini. Untuk itulah kenapa kita hadir di sini pada hari ini, karena setiap negara, baik itu negara asal, transit atau tujuan yang diwakili oleh semua yang hadir di sini untuk melakukan kerjasana multinasional untuk menanggulangi hal ini,” lanjut Linch.
Acara ini dihadiri oleh delegasi dari 14 negara dan dua organisasi internasional. Selain itu, terdapat dua tamu undangan yang bertugas sebagai pengawas yakni Irak dan United Nations Office on Drugs and Crime(UBODC).
”Saya ucapakan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia karena menyelenggarakan International Workshop Protection of Irregular Movement of Person at Sea,” ucap perwakilan United Nations High Commisioner of Refugees(UNHCR), James Linch.
Linch mengingatkan, bahwa untuk menanggulangi masalah penyelendupan dan perdagangan manusia, setiap negara harus saling bekerjasama dan membangun sebuah jaringan multinasional. Tujuannya untuk memberantas para sindikat perdangan dan penyelundupan manusia.
”UNHCR akan sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dan mendukung penuh pelaksanaan konferensi ini. Untuk itulah kenapa kita hadir di sini pada hari ini, karena setiap negara, baik itu negara asal, transit atau tujuan yang diwakili oleh semua yang hadir di sini untuk melakukan kerjasana multinasional untuk menanggulangi hal ini,” lanjut Linch.
Acara ini dihadiri oleh delegasi dari 14 negara dan dua organisasi internasional. Selain itu, terdapat dua tamu undangan yang bertugas sebagai pengawas yakni Irak dan United Nations Office on Drugs and Crime(UBODC).
(mas)