Wukan, desa langka paling demokratis di China
Rabu, 16 April 2014 - 17:21 WIB
Wukan, desa langka paling demokratis di China
A
A
A
Sindonews.com – Salah satu film dokumenter yang akan dipamerkan dalam Festival Film Dokumenter Internasional di Jakarta pada bulan ini mengangkat potret kehidupan sebuah desa paling demokratis di China.
Desa dengan potret kehidupan langka di China itu bernama Wukan. Ditemui saat konferesi pers tentang persiapan Chopshot Docuemtary Film Festival Shouteast Asia, di Jakarta, Amelia Hapsari, Koordinator Docnet Campus dalam festival itu menceritakan kehidupan demokrasi di sebuah desa di China itu.
”Wukan adalah salah satu desa di China, yang warganya selalu melakukan protes terhadap pemimpinnya. Sejak itu, kehidupan demokrasi muncul, dan mereka diberi kesempatan langka untuk memilih pemimpinnya secara langsung,” kata Hapsari, di Goethe Institut Jakarta, Rabu (16/4/2014).
”Sineas asal Singapura kemudian mendapatkan akses untuk melihat kejadian yang sangat langka tersebut dan membuatnya menjadi sebuah film dokumenter yang berjudul ‘Wukan: The Flame of Democracy’,” imbuh Hapsari.
Chopshot Docuemtary Film Festival Shouteast Asia sendiri merupakan sebuah festival film yang memamerkan film bertema isu-isu sensitif dari berbagai negara peserta. Contohnya, isu politik, hukum dan sosial. Festival yang merupakan kerjasama Indonesia dengan Uni Eropa ini akan menampilkan 247 film dari 47 negara, dan akan berlangsung pada 22 hingga 27 April 2014 di Jakarta.
Desa dengan potret kehidupan langka di China itu bernama Wukan. Ditemui saat konferesi pers tentang persiapan Chopshot Docuemtary Film Festival Shouteast Asia, di Jakarta, Amelia Hapsari, Koordinator Docnet Campus dalam festival itu menceritakan kehidupan demokrasi di sebuah desa di China itu.
”Wukan adalah salah satu desa di China, yang warganya selalu melakukan protes terhadap pemimpinnya. Sejak itu, kehidupan demokrasi muncul, dan mereka diberi kesempatan langka untuk memilih pemimpinnya secara langsung,” kata Hapsari, di Goethe Institut Jakarta, Rabu (16/4/2014).
”Sineas asal Singapura kemudian mendapatkan akses untuk melihat kejadian yang sangat langka tersebut dan membuatnya menjadi sebuah film dokumenter yang berjudul ‘Wukan: The Flame of Democracy’,” imbuh Hapsari.
Chopshot Docuemtary Film Festival Shouteast Asia sendiri merupakan sebuah festival film yang memamerkan film bertema isu-isu sensitif dari berbagai negara peserta. Contohnya, isu politik, hukum dan sosial. Festival yang merupakan kerjasama Indonesia dengan Uni Eropa ini akan menampilkan 247 film dari 47 negara, dan akan berlangsung pada 22 hingga 27 April 2014 di Jakarta.
(mas)