Iran tunjuk penyandera warga AS jadi dubes PBB
Selasa, 01 April 2014 - 15:32 WIB
Iran tunjuk penyandera warga AS jadi dubes PBB
A
A
A
Sindonews.com - Mantan pekerja kedutaan Amerika Serikat di Teheran yang disandera selama 444 hari selama revolusi Iran tahun 1979-1981 sangat marah terhadap Pemerintah Iran. Musababnya, Presiden Iran, Hassan Rouhani menunjuk tokoh yang terlibat dalam penyanderaan itu sebaga duta besar Iran untuk PBB.
Hamid Abutalebi, tokoh Iran yang ditunjuk Rouhani sebagai dubes Iran untuk PBB selama ini juga dilarang masuk wilayah AS. Presiden Barack Obama telah menolak permohonan visa diplomatik dari Abutalebi.
”Ini memalukan jika (pemerintah AS ) menerima visa Abutalebi sebagai duta besar Iran untuk PBB,” kata Barry Rosen, mantan sandera saat revolusi Iran pecah, dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Selasa (1/4/2014).
Pernyataan tertulis itu disampaikan Alan Madison, juru bicara dan anggota tim hukum yang mewakili mantan sandera. ”Ini mungkin preseden buruk jika Presiden (Obama) dan Kongres AS tidak mengutuk tindakan Republik Islam (Iran), maka penyenderan kami dan penderitaan selama 444 hari di tangan Iran tidak berarti apa-apa,” lanjut pernyataan itu. ”Dia tidak pernah bisa menginjakkan kakinya di tanah Amerika.”
Madison mengatakan sandera lainnya setuju dengan Rosen tentang penolakan Abutalebi. ”Yang kita tahu adalah bahwa dia (Abutalebi) terlibat,” katanya. ”Setelah 34 tahun, sulit untuk mengatakan ini,” imbuh dia.
Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf menolak untuk mengomentari penunjukan Abutalebi sebagai dubes Iran untuk PBB. ”Kami tidak membahas kasus-kasus individual,” katanya. ”Orang-orang bebas untuk mengajukan (visa) dan visa diputuskan di bawah prosedur normal,” lanjut Harf.
Hamid Abutalebi, tokoh Iran yang ditunjuk Rouhani sebagai dubes Iran untuk PBB selama ini juga dilarang masuk wilayah AS. Presiden Barack Obama telah menolak permohonan visa diplomatik dari Abutalebi.
”Ini memalukan jika (pemerintah AS ) menerima visa Abutalebi sebagai duta besar Iran untuk PBB,” kata Barry Rosen, mantan sandera saat revolusi Iran pecah, dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Selasa (1/4/2014).
Pernyataan tertulis itu disampaikan Alan Madison, juru bicara dan anggota tim hukum yang mewakili mantan sandera. ”Ini mungkin preseden buruk jika Presiden (Obama) dan Kongres AS tidak mengutuk tindakan Republik Islam (Iran), maka penyenderan kami dan penderitaan selama 444 hari di tangan Iran tidak berarti apa-apa,” lanjut pernyataan itu. ”Dia tidak pernah bisa menginjakkan kakinya di tanah Amerika.”
Madison mengatakan sandera lainnya setuju dengan Rosen tentang penolakan Abutalebi. ”Yang kita tahu adalah bahwa dia (Abutalebi) terlibat,” katanya. ”Setelah 34 tahun, sulit untuk mengatakan ini,” imbuh dia.
Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf menolak untuk mengomentari penunjukan Abutalebi sebagai dubes Iran untuk PBB. ”Kami tidak membahas kasus-kasus individual,” katanya. ”Orang-orang bebas untuk mengajukan (visa) dan visa diputuskan di bawah prosedur normal,” lanjut Harf.
(mas)