Teknologi tak mempan, Abbott setuju MH370 jatuh di laut
Senin, 31 Maret 2014 - 11:06 WIB
Teknologi tak mempan, Abbott setuju MH370 jatuh di laut
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Malaysia, Tony Abbott, akhirnya mendukung pernyataan Perdana Menteri Malaysia, yang menyatakan pesawat Malaysia Airlines MH370 jatuh di Samudera Hindia.
Kesimpulan itu diucapkan, setelah berbagai teknologi canggih yang dikerahkan tidak bisa menemukan pesawat yang hilang sejak 8 Maret 2014 itu.
Abbott mengatakan, semua bukti menunjukkan bahwa pesawat MH370 tersesat di Samudera Hindia. Sudah tiga minggu ini pesawat pembawa 239 orang itu dicari, namun puing-puingnya tidak ditemukan.
”Akumulasi dari bukti bahwa pesawat telah hilang, dan telah hilang di suatu tempat di Samudera Hindia selatan,” katanya kepada wartawan di pangkalan militer Perth, Senin (31/3/2014), seperti dikutip Reuters.
“Itu benar-benar bukti gelombang besar, dan saya berpikir bahwa Perdana Menteri Najib Razak berhak untuk sampai pada kesimpulan itu. Saya pikir setelah kesimpulan itu telah tiba, itu adalah tugasnya (Najib) untuk membuat kesimpulan (untuk disampaikan kepada) masyarakat,” kata Abbott, mendukung kesimpulan Najib.
Menurutnya, Australia sudah terlibat dalam misi pencarian internasional untuk pesawat MH370. Di mana ratusan personel telah dikerahkan, baik melalui pesawat maupun kapal di dekat zona pencarian. ”Ini adalah misi super sulit. Kami mencari daerah yang luas laut dan kita bekerja pada informasi yang sangat terbatas,” keluh Abbott.
“Otak (ide) terbaik di dunia telah diterapkan untuk misi ini, semua penguasaan teknologi yang kita miliki telah diterapkan. Jika misteri ini dipecahkan, kami akan menyelesaikannya. Tapi saya tidak ingin meremehkan betapa sulitnya (misi ini),” lanjut Abbott.
Kendati demikian, pemimpin Australia itu menolak untuk menetapkan batas waktu pencarian pesawat MH370. ”Kita bisa terus mencari untuk beberapa waktu ke depan. Intensitas pencarian terus ditingkatkan, bukan diturunkan,” ujarnya. ”Kami berutang kepada keluarga (korban).”
Kesimpulan itu diucapkan, setelah berbagai teknologi canggih yang dikerahkan tidak bisa menemukan pesawat yang hilang sejak 8 Maret 2014 itu.
Abbott mengatakan, semua bukti menunjukkan bahwa pesawat MH370 tersesat di Samudera Hindia. Sudah tiga minggu ini pesawat pembawa 239 orang itu dicari, namun puing-puingnya tidak ditemukan.
”Akumulasi dari bukti bahwa pesawat telah hilang, dan telah hilang di suatu tempat di Samudera Hindia selatan,” katanya kepada wartawan di pangkalan militer Perth, Senin (31/3/2014), seperti dikutip Reuters.
“Itu benar-benar bukti gelombang besar, dan saya berpikir bahwa Perdana Menteri Najib Razak berhak untuk sampai pada kesimpulan itu. Saya pikir setelah kesimpulan itu telah tiba, itu adalah tugasnya (Najib) untuk membuat kesimpulan (untuk disampaikan kepada) masyarakat,” kata Abbott, mendukung kesimpulan Najib.
Menurutnya, Australia sudah terlibat dalam misi pencarian internasional untuk pesawat MH370. Di mana ratusan personel telah dikerahkan, baik melalui pesawat maupun kapal di dekat zona pencarian. ”Ini adalah misi super sulit. Kami mencari daerah yang luas laut dan kita bekerja pada informasi yang sangat terbatas,” keluh Abbott.
“Otak (ide) terbaik di dunia telah diterapkan untuk misi ini, semua penguasaan teknologi yang kita miliki telah diterapkan. Jika misteri ini dipecahkan, kami akan menyelesaikannya. Tapi saya tidak ingin meremehkan betapa sulitnya (misi ini),” lanjut Abbott.
Kendati demikian, pemimpin Australia itu menolak untuk menetapkan batas waktu pencarian pesawat MH370. ”Kita bisa terus mencari untuk beberapa waktu ke depan. Intensitas pencarian terus ditingkatkan, bukan diturunkan,” ujarnya. ”Kami berutang kepada keluarga (korban).”
(mas)