PM Australia: Kami tidak menghitung biaya dalam pencarian MH370
Minggu, 30 Maret 2014 - 21:12 WIB
PM Australia: Kami tidak menghitung biaya dalam pencarian MH370
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Australia tidak pernah memikirkan seberapa besar biaya yang akan mereka keluarkan dalam melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Menurut Perdana Menteri (PM) Australian Tony Abbott, pihaknya hanya melakukan pencarian apapun yang terjadi.
"Kami tidak menghitung biaya, kami hanya melakukan apa yang perlu dilakukan guna memecahkan misteri ini. Saya kira, Kita memiliki kewajiban terhadap mereka yang berada di dalam pesawat itu," ungkap Abbott, seperti dilansir ABC Australia, Minggu (30/3/2014).
"Seluruh tanggungjawab hukum dari pencarian dan penyelidikan ada di tangan Malaysia, di mana pesawat itu terdaftar," dia menambahkan.
Abbott juga menjelaskan, negara lain memiliki tanggung jawab dalam porses pencarian tersebut. Amerika Serkat (AS) bertanggung jawab sebagai pembuat pesawat, Inggris sebagai pembuat mesin dan Prancis sebagai penyedia sistem navigasi.
Lain halnya dengan China, negara tirai bambu tersebut memiliki hak untuk ikut dan mengetahui perkembangan terbaru dalam pencarian pesawat tersebut, karena mayoritas penumpang dalam pesawat tersebut adalah warga negara mereka.
"Kami tidak menghitung biaya, kami hanya melakukan apa yang perlu dilakukan guna memecahkan misteri ini. Saya kira, Kita memiliki kewajiban terhadap mereka yang berada di dalam pesawat itu," ungkap Abbott, seperti dilansir ABC Australia, Minggu (30/3/2014).
"Seluruh tanggungjawab hukum dari pencarian dan penyelidikan ada di tangan Malaysia, di mana pesawat itu terdaftar," dia menambahkan.
Abbott juga menjelaskan, negara lain memiliki tanggung jawab dalam porses pencarian tersebut. Amerika Serkat (AS) bertanggung jawab sebagai pembuat pesawat, Inggris sebagai pembuat mesin dan Prancis sebagai penyedia sistem navigasi.
Lain halnya dengan China, negara tirai bambu tersebut memiliki hak untuk ikut dan mengetahui perkembangan terbaru dalam pencarian pesawat tersebut, karena mayoritas penumpang dalam pesawat tersebut adalah warga negara mereka.
(esn)