Muslim Tartar ingin otonomi khusus di Crimea
Minggu, 30 Maret 2014 - 17:18 WIB
Muslim Tartar ingin otonomi khusus di Crimea
A
A
A
Sindonews.com – Etnis muslim Tatar di Crimea menuntut kepada pemerintahan setempat agar mereka bisa mendapatkan otonomi khusus, dan menjalankan pemerintahan sendiri di wilayah mereka.
Etnis Tatar dari seluruh Crimea berkumpul di kota Bakhchysaray untuk membuat sebuah kongres yang bertujuan untuk memutuskan nasib komunitas Muslim yang memiliki pengikut sekitar 300 ribu orang di wilayah semenanjung Laut Hitam tersebut.
"Ada datang suatu saat dalam kehidupan setiap orang ketika pilihan harus dibuat yang akan menentukan masa depannya," ungkap pemimpin Tatar Refat Chubarov, seperti dilansir Chanel News Asia, Minggu (30/3/2014).
Chubarov mengatakan, Crimea diberi kesempatan untuk menentukan masa depan mereka, Tatar Krimea juga harusnya memiliki hak yang sama untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Etnis Tartar adalah pihak yang tidak menyetujui referendum di Crimea yang berlangsung 16 Maret lalu.
Setelah perdebatan panjang, akhirnya mereka memutuskan untuk memulai prosedur politik dan hukum agar mereka bisa mendapatkan hak otonomi mereka. Namun tidak jelas apakah mereka berusaha untuk menjadi entitas otonom di Ukraina, atau Rusia.
Etnis Tatar dari seluruh Crimea berkumpul di kota Bakhchysaray untuk membuat sebuah kongres yang bertujuan untuk memutuskan nasib komunitas Muslim yang memiliki pengikut sekitar 300 ribu orang di wilayah semenanjung Laut Hitam tersebut.
"Ada datang suatu saat dalam kehidupan setiap orang ketika pilihan harus dibuat yang akan menentukan masa depannya," ungkap pemimpin Tatar Refat Chubarov, seperti dilansir Chanel News Asia, Minggu (30/3/2014).
Chubarov mengatakan, Crimea diberi kesempatan untuk menentukan masa depan mereka, Tatar Krimea juga harusnya memiliki hak yang sama untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Etnis Tartar adalah pihak yang tidak menyetujui referendum di Crimea yang berlangsung 16 Maret lalu.
Setelah perdebatan panjang, akhirnya mereka memutuskan untuk memulai prosedur politik dan hukum agar mereka bisa mendapatkan hak otonomi mereka. Namun tidak jelas apakah mereka berusaha untuk menjadi entitas otonom di Ukraina, atau Rusia.
(esn)