Data satelit masih sesuai dengan area pencarian MH370
Jum'at, 28 Maret 2014 - 18:57 WIB
Data satelit masih sesuai dengan area pencarian MH370
A
A
A
Sindonews.com – Pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 pada hari ke-21, Jumat (28/3/2014), telah bergeser ke lokasi baru, yakni ke wilayah yang berjarak 1.850 kilomeres sebelah barat dari Perth, Australia.
Namun, Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Huissein menyatakan, data satelit yang ada masih cukup relevan dengan lokasi pencarian baru.
Menurutnya, kapal dan pesawat yang menjelajahi perairan terpencil Australia Barat diarahkan ke daerah pencarian baru di sekitar 1.100 km sebelah utara dari lokasi sebelumnya untuk mencari MAS MH370 yang hilang pada 8 Maret dengan 239 orang di dalamnya.
“Analisis terbaru dari data pada jalur penerbangan pesawat itu mengindikasikan kalau pesawat tersebut telah melakukan perjalanan lebih cepat dan karena itu akan menggunakan lebih banyak bahan bakar daripada yang telah diperkirakan sebelumnya,” ungkap Hussein.
"Pihak berwenang Australia telah memutuskan akan melakukan pencarian di area pencarian baru, sekitar 1.100 kilometer ke timur laut," Hussein menambahkan, seperti dilansir News Strait Times, Jumat (28/3/2014).
"Karena arus laut, Data satelit yang menunjukan obyek potensial yang diidentifikasi oleh berbagai citra satelit selama seminggu terakhir masih cukup relevan dengan area pencarian ang baru,” tegas Hussein.
Namun, Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Huissein menyatakan, data satelit yang ada masih cukup relevan dengan lokasi pencarian baru.
Menurutnya, kapal dan pesawat yang menjelajahi perairan terpencil Australia Barat diarahkan ke daerah pencarian baru di sekitar 1.100 km sebelah utara dari lokasi sebelumnya untuk mencari MAS MH370 yang hilang pada 8 Maret dengan 239 orang di dalamnya.
“Analisis terbaru dari data pada jalur penerbangan pesawat itu mengindikasikan kalau pesawat tersebut telah melakukan perjalanan lebih cepat dan karena itu akan menggunakan lebih banyak bahan bakar daripada yang telah diperkirakan sebelumnya,” ungkap Hussein.
"Pihak berwenang Australia telah memutuskan akan melakukan pencarian di area pencarian baru, sekitar 1.100 kilometer ke timur laut," Hussein menambahkan, seperti dilansir News Strait Times, Jumat (28/3/2014).
"Karena arus laut, Data satelit yang menunjukan obyek potensial yang diidentifikasi oleh berbagai citra satelit selama seminggu terakhir masih cukup relevan dengan area pencarian ang baru,” tegas Hussein.
(esn)